Lontong Dekem, Makyus Lan Ngangeni

2
361

Pemalang, Harian Pemalang – Mau siang ataupun malam, kalau bicara makanan khas daerah, akan bikin perut keroncongan dan ngiler untuk mencicipinya.

Banyak makanan khas daerah yang perlu ditonjolkan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas sehingga mau mampir dan mencicipi kuliner di daerah tersebut.

Pemalang salah satu kabupaten di jalur pantura yang letaknya cukup strategis, sebagai tempat persinggahan kalau berpergian dari Jakarta – Surabaya. Sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Tegal, sebelah timur kabupaten Pekalongan dan sebelah selatan kabupaten Purbalingga, tentunya menyimpan khasanah kuliner tersendiri.

Sebut saja, makanan khas pemalang antara lain grombyang, sate loso, tahu campur khas pemalang, kamir arab dan tidak kalah menariknya adalah lontong dekem.

Lontong dekem, dari namanya saja membuat penasaran, apanya yang dekem? Lontongnya, pedagangnya, atau pembelinya. Secara harafiah makanan ini merupakan kombinasi antara lontong dan dekem, lontong makanan dari beras yang dibuat lonjong dibungkus daun pisang dan dekem (bahasa Jawa) menunjukkan posisi duduk, dimana tempat duduk sama kaki hampir sama sehingga kakinya tertekuk. Jadi lontong dekem dapat diartikan menikmati lontong sambil duduk ndekem. Ada juga yang berpendapat karena yang jualan duduknya yang dekem.

Penjual lonteng dekem pemalang biasanya mengelar dagangannya mulai sore sampai malam hari, akan tetapi ada yang menjual mulai pagi hari. Penjualan lontong dekem banyak dijumpai di jl. Piere Tendean Pemalang, sebagai salah satu pusat kuliner di kabupaten Pemalang.

Menurut salah satu penjual lontong dekem yang di jumpai di kawasan kuliner pemalang jl. Piere Tendean, Khamim, menerangkan bahwa lontong dekem merupakan sajian kuliner khas pemalang dengan bahan dasar lontong, yang diguyur dengan kuah lontong yang diracik dari rempah rempah, dan ditaburi dengan remukan tulang yang di bakar, dan remasan krupuk usek. Yang tidak dijumpai ditempat lain adanya taburan tulang bakar ini. Adanya rempah rempah sebagai bumbu dasar, memberi kesegaran dan kehangatan tersendiri kalau kita santap.

Di warung lontong dekem ini, disajikan pula, sate ayam, sate jeroan ayam, sate telur puyuh, sate gepukan kepala, baik digoreng maupun basah dengan kuah opor.

Harga lontong dekem sangat ekonomis berkisar antara 7 sampai 8 ribu rupiah, sedangkan lauk lainnya berkisar 3 sampai 7 ribuan. Penasaran akan lontong dekem, tidak usah ragu ragu lansung meluncur ke Pemalang. (Red.HP/Sarwo Edy)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 2 =