Kantong Plastik Berbayar Rentan Dikorupsi

1
137
Ilustrasi. Diet Kantong Plastik

Pemalang, Harian Pemalang – Mulai Minggu (21//2/2016), berbarengan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, pemerintah mulai memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memperkenalkan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 kota kepada pemerintah daerah, dunia usaha atau peretail modern, dan masyarakat.

Kota-kota yang akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut adalah DKI Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan Jayapura.

Banyak masukan, kritikan dan saran yang ditujukan kepada pemerintah berkaitan dengan adanya kantong plastik berbayar ini. Menurut aktivis lingkungan hidup Walhi, Puput Tri Darma Putra yang berasal dari Pemalang, menyatakan Uji coba kantong plastik berbayar bukan saja membebani rakyat kecil dan bukan solusi terbaik. Penggunaan kantong kertas daur ulang lebih cocok diterapkan dengan memberdayakan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan / bank sampah. Disamping itu Plastik berbayar juga sangat rentan dikorupsi. Mengingat tidak ada pengawasan secara khusus mengenai regulasi ini.

Dalam pespektif bahan bakunya, kanton/kertas mudah di daur ulang dan lebih ramah lingkungan dibandingkan  plastik yang tidak ramah lingkungan, karena berbahan baku dari salah satu meneralisasi dalam bumi dan plastik bila tidak  di kelola dengan benar.sangat susah terurai secara alami. (Red.HP/Sarwo Edy)

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 16 =