54.000 (Lima Puluh Empat Ribu) Kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) Di Pemalang Tidak Aktif

1
467

Pemalang, Harian Pemalang – Irfan( 66) tahun warga Desa Pedurungan, Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang beberapa waktu yang lalu di rawat di RS. Siaga Medika Pemalang dengan menggunakan Kartu BPJS dan KIS atas nama dirinya. Namun pada saat pengobatan (rawat inap dinyatakan sembuh harus membayar Rp.6 juta lebih karena kartu BPJS/ KIS dinyatakan tidak berlaku/tidak aktif oleh pihak RS tersebut.

Direktur RS. Siaga Medika dr. Ovi Dwi Antoro ketika dikorfirmasi tentang hal tersebut membenarkannya, “Benar, pasien atas nama Irfan adalah satu dari sekian banyak pasien yang menggunakan Kartu KIS/BPJS program pemerintah pusat yang tidak aktif dan masih banyak yang lain, pada saat pasien masuk ke RS Siaga Medika pasti kami tanyakan menggunakan fasilitas BPJS/ KIS dan akan kami cek registrasi kartus tsb apabila “ON” ya kami katakan aktif, apabila kartu “OFF” ya kami langsung katakan tidak aktif dan pasien tetap kami rawat serta pihak keluarga kami sarankan untuk mengurus ke dinas terkait untuk bisa membuat kartu KIS tersebut aktif, dan apabila tidak bisa, kami juga katakan pasien masuk ke pembiayaan umum”, jelasnya.

Terkait dengan kejadian yang menimpa masyarakat terkait dengan penggunaan Kartu BPJS/ KIS yang tidak aktif dr. Erna Nuraini, M.HLth.Sc. kepala DKK kabupaten Pemalang ketika ditemui di kantornya Selasa (1/3/2016) mengatakan, “54.000 (lima puluh empat ribu) dari 728.000( tujuh ratus dua puluh delapan ribu) kartu KIS yang ada di Pemalang tidak aktif, hal ini karenakan pada tahun 2016 kemensos melakukan pendataan ulang bagi keluarga miskin/ kurang mampu dan dari data tersebut dikeluarkan data KIS yang dinonaktifkan dan data KIS Peserta baru ini bisa terjadi karena alasan : meninggal, perubahan ekonomi, double kartu,” jelasnya.

Erna juga mengatakan sesuai dengan tupoksinya,  yang mendata warga miskin adalah kemensos sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten sebagai unsur pelayanan kesehatan.

Di samping itu Erna, berharap adanya kesepahaman untuk duduk bersama antara Dinsos, DinKes, dan BPJS untuk menindaklajuti dan menyelesaikan peserta yang dicoret ini demi kebaikan pelayanan terhadap masyarakat. (Red.HP/Joko Longkeyang)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + 8 =