Bupati Pemalang Ajak Sholat Gerhana Matahari

0
429
Bupati ajak sholat gerhana matahari

Pemalang, Harian Pemalang – BMKG memperkirakan gerhana matahari  di Pemalang dan Jawa Tengah pada umumnya akan terjadi pada Rabu (9/3/2016),  kurang lebih selama 2 jam 15 menit, mulai pukul 06.20 sampai 08.35 WIB. Gerhana matahari yang akan terjadi di Indonesia pada Rabu (9/3/2016) besok, terbagi menjadi Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS). GMT meliputi wilayah Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu dan Ternate. Adapun yang akan terjadi di Pemalang dan Jawa Tengah adalah GMS.

Bagi warga Pemalang yang ingin menikmati peristiwa yang diperkirakan baru akan terjadi lagi pada tahun 2042. Dalam al ini Bupati H. Junaedi, SH, MM. Menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati dan mengunakan  menggunakan cara yang aman. Misalnya menggunakan kacamata khusus atau teleskop yang sudah dilengkapi penyaring cahaya matahari, plastik film hitam  putih 35 milimeter yang sudah dicuci atau proyeksi lubang jarum (pin hole).

Adanya peristiwa yang cukup langka ini, umat Islam disyari’atkan untuk melakukan Sholat Gerhana Matahari, oleh karena itu Bupati Pemalang  H. Junaedi mengajak kaum Muslimin Pemalang untuk mengerjakan Sholat Gerhana Matahari (Kusuf), baik secara Munfarid (Sendiri) ataupun Berjamaah. Bupati menyakini Sholat Gerhana merupakan satu bentuk pengakuan dan ketundukan kepada Dzat Yang Maha Mengatur, Allah SWT.

Terkait dengan disyariatkannya Sholat Gerhana Matahari (Kusuf) maupun Sholat Gerhana Bulan (Khusuf), tidak terlepas dari peristiwa meninggalnya putra Rasulullah Muhammad SAW, Ibrahim yang bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Waktu itu banyak sahabat yang menganggap meningalnya Ibrahim menjadi penyebab terjadinya gerhana.

Rasulullah membantah anggapan para Sahabat dalam hadist, “ Dari Al-Mughiroh Bin Syu’bah beliau berkata; Matahari mengalami gerhana pada hari wafatnya Ibrahim (putra Nabi). Maka orang-orang berkata; dia (matahari) mengalami gerhana karena kematian Ibrahim. Maka Rasulullah bersabda; Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat diantara ayat-ayat Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihatnya maka berdoalah, dan sholatlah sampai terang (normal) kembali” (H.R Bukhari).(Red.HP/Humaspml)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + two =