Menunggu Gebrakan Disbudpar Mewujudkan Kawasan Wisata CiLuBa

1
559

Pemalang, Harian Pemalang – Geliat wisata tahun ini ditandai dari gerakan Action For Pemalang yang menginisiasi desa wisata Cikendung. Di mulai pada tanggal 25-27 maret 2016 dan dilanjutkan tanggal 2 April 2016 yang kedatangan tamu dari para pengiat wisata travel agent.

Menurut Wahyu selaku ketua kelompok sadar wisata (pokdarwis) suka maju desa Cikendung, berharap adanya sinergitas antara masyarakat sebagai pelaku serta obyek wisata, kalangan dunia usaha/swasta dalam hal ini travel agent dan pemerintah yang diwakili oleh dinas kebudayaan dan pariwisata.

Peran serta disbudpar, diharapkan lebih aktif dalam membimbing, mengarah dan memfasilitasi suatu kawasan wisata.

Menurut Teguh Setyowidodo, SE., kepala desa Pulosari Kecamatan Pulosari bahwa kawasan Cikendung dan sekitarnya mempunyai potensi dan nilai jual sebagai destinasi wisata alam di Pemalang bagian selatan. Tyo (sapaan Teguh Setyowidodo) berpendapat bahwa kawasan CiLuBa perlu dikembangkan.

Kawasan CiLuBa ini meliputi Ci desa Cikendung sebagai desa wisata, Lu desa Pulosari dan Ba desa Banyumudal Kecamatan Moga. Ketiga desa tersebut dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu.

Harapan Tyo ketiga desa tersebut dapat bersinergi dan berkembamg bersama sama dalam penataan infrastruktur, pemetaan lokasi wisata dan daya dukung lainnya. Rencana yang ditawarkan oleh Tyo, dimana desa Pulosari dijadikan rest area, pusat kuliner dan pasar sayur sebagai oleh oleh wisatawan.

Dari Pulosari wisatawan dibawa ke Cikendung untuk tinggal bermalam di homestay, dimana wisatawan disuguhi gelaran kesenian khas Cikendung, baik ronggeng maupun silakupang. Acara selanjutnya wisatawan dapat menikmati pesona alam di desa Cikendung, setelah itu wisatawan dapat menikmati kebun teh yang menghampar luas, pembuatan teh maupun menikmati kuliner khas Cikendung.

FB_IMG_1459683106761

Akan tetapi wisatawan juga dapat diajak ke daerah Banyumudal dimana ada kampung wisata simadu, obyek wisata cempaka wulung ataupun pemandian moga yang sudah terkenal. Alternatif lainnya adalah wisatawan dapat mengunjungi situs situs sejarah dan makam makam waliyullah atau menikmati indahnya gunung Slamet di jalur pendakian yang ada di Pulosari, hamparan kebun tembakau, maupun kebun sayuran milik warga.

FB_IMG_1459683081627

Untuk wisata yang ekstrim dan memacu adrenalin, wisatawan dapat menikmati dan mengarungi jeram jeram yang ada di hulu sungai Comal, di desa Kecepit atau desa Lodaya kecamatan Randudongkal.

Semua itu menunggu regulasi dari Disbudpar kabupaten Pemalang, untuk mendukung peranserta aktif dari masyarakat secara swadaya. (Red.HP/sarwo edy)

Foto : tyo widodo

1 KOMENTAR

  1. Satu yg mulai dikenal masy luar daerah (yogyakarta) adalah perjuangan pedagang nanas madu belik yg bergerilya jualan menyebar ke beberapa sudut wilayah DIY. Ayo disbudpar Pemalang, dorong sektor wirausaha penyangga promosi daerah spt itu, eksploitasi potensi tsb lebih gencar lg sbg satu dr ikon kota krn kuliner pun sekarang sdh termasuk dr kajian pariwisata lho….
    Aku mlh penasaran sm alas mbongas kuweh. hehe….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − 2 =