Kegelisahan Tyo Untuk Memajukan Desa Pulosari

2
557

Teguh Setyowidodo, biasa di panggil Tyo, seorang pemuda yang berani meninggalkan kehidupan mapannya di Jakarta untuk mengabdikan dirinya membangun desa Pulosari. Lulusan fakultas ekonomi, universitas Gunadarma Jakarta, ketika mendaftarkan diri dalam pemilihan kepala desa Pulosari menggunakan ijazah, SLTA nya dengan alasan apalah gunanya pendidikan tinggi apabila tidak bermanfaat bagi sesama umat, itu merupakan salah satu prinsipnya.

Memimpin Pulosari mulai tahun 2013 ini, merupakan tantangan tersendiri, dengan sumber daya alam yang ada, sumber daya manusia yang beragam dan daya dukung pemerintahan membuat dia harus bekerja keras untuk memujudkan Pulosari lebih maju.

Kegelisahan dia untuk bisa memajukan desa Pulosari merupakan suatu penyemangat dalam mengelola tata pemerintahan desa dan mengelola sosial, ekonomi masyarakat yang ada, serta potensi sumber daya alam yang belum optimal dikembangkan.

Kegelisahan Tyo dimulai adanya potensi di depan mata, yaitu pasar. Sebagai pusat perputaran ekonomi yang belum dikelola dengan baik. Pulosari merupakan persimpangan dari desa dan kecamatan di daerah punggung gunung slamet, dari arah purbalingga maupun kabupaten Tegal lewat desa Pulosari.sehingga potensi besar untuk menggeser pasar sayur di Pratin purbalingga ke pasar Pulosari. Sehingga petani sayur yang ada di kecamatan Pulosari, moga, dan belik bisa menjual di pasar Pulosari. tidak perlu jauh jauh ke kabupaten lain.

Selama ini biaya produksi dan hasil produksi petani kadangkala minus atau merugi. Petani kurang jeli dalam menentukan jenis tanaman yang ada dengan jenis tanahnya. Tyo berharap adanya laboratorium tanah yang dapat membantu petani dalam menentukan jenis tanaman nya dan bagaimana perawatan tanaman tersebut disesuaikan dengan jenis tanahnya.

Hal yang sangat mengganggu pikiran nya ketika melihat tingginya angka kelulusan di SMP maupun MTs yang ada. Akan tetapi kecamatan Pulosari merupakan kecamatan tanpa SMA maupun SMK negeri. Sehingga pelajar Pulosari yang akan melanjutkan sekolah dijenjang SMA maupun SMK negeri harus ke kecamatan lain, hal ini tentunya akan menambah beban biaya pendidikan di masyarakat. Alangkah baiknya pemerintah mulai desa sampai kabupaten berkoordinasi mewujudkan SMA maupun SMK negeri di Pulosari.

Sedangkan dari segi wisata, desa Pulosari termasuk di dalam daerah wisata CiLuBa (Cikendung-Pulosari-Banyumudal). Apabila daerah wisata berkembang. Tyo berharap desa Pulosari sebagai rest area. Dengan pasar sayur dan kuliner yang unik, dia menggagas adanya kuliner berbahan angsa/soang/swan dimana banyak masyarakat yang menjadikan angsa hewan peliharaan. Andai saja ada di inisasi dan didampingan untuk menjadikan kuliner yang unik tentunya akan dicari wisatawan.(Red.HP/sarwo edy)

2 KOMENTAR

  1. Tidak hanya di pulosari di kecamatan watukumpul juga belum ada SMA/SMK Negeri, terpaksa jik ingin melanjutkan ke kecamatan lain, bahkan sampai ngrkos karena jarak dan medan yang jauh dan sulit

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + nine =