Ketoprak Salah Satu Kesenian Yang Perlu Dilestarikan

0
233

Yogyakarta, Harian Pemalang – Ketoprak merupakan salah satu jenis seni pentas drama tradisional yang berasal dari Surakarta dan berkembang pesat di Yogyakarta, oleh karena itu kesenian ini sering disebut sebagai Ketoprak Mataram. Pada awalnya, ketoprak menggunakan iringan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai pembuka, iringan saat pergantian adegan, dan penutup pertunjukan sehingga terkenal disebut sebagai Ketoprak Lesung. Dalam perkembangannya, Ketoprak kemudian menggunakan iringan gamelan jawa, dan penggarapan cerita maupun iringan yang lebih rumit.

Kesenian ketoprak awalnya di ciptakan oleh sekelompok orang luar kerajaan yang membuat sebuah panggung dan memainkan sebuah sandiwara yang di selingi dengan humor yang menjadi hiburan bagi masyarakat. Pada saat itu musik pengiring yang di gunakan masih menggunakan lesung dan alu yang biasanya di gunakan oleh masyarakat sebagai penumbuk padi. Nama ketoprak sendiri di ambil dari suara “prak prak prak “ yang timbul dari lesung dan alu tersebut. Seiring dengan perkembangannya ketoprak mulai di minati oleh kerajaan dan menjadi kesenian yang populer di masa itu.
Ketoprak dianggap sebagai kesenian rakyat yang tidak adiluhung. Artinya, kesenian ini merupakan kesenian masyarakat rendah. Berbeda dengan kesenian wayang yang memang sangat adiluhung karena merupakan kesenian yang sangat digemari di kalangan kerajaan.

Hatley (2008: 18) mengatakan “Ketoprak had no such courtly aura.” Hal ini disebabkan karena ketoprak dipentaskan dengan menyajikan cerita-cerita legenda dan kerajaan pada masa lalu dalam bentuk tradisi lisan yang berkembang di lapisan masyarakat rendah dengan menyampaikan tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat tersebut dan dikemas secara lucu.

Masa kejayaan ketoprak mulai meredup seiring dengan perkembangan jaman yang modern. Namun ada beberapa kelompok yang mulai menghidupkan lagi kesenian ketoprak di masa itu. Kesenian ketoprak pun mulai di tayangkan di televisi nasional dengan nama ”ketoprak humor” yang di mainkan oleh beberapa pelawak nasional yang bernama kelompok “Srimulat”. Namun seiring dengan perkembangan jaman kesenian ketoprak pun mulai meredup lagi dan hilang.

Sangat di sayangkan sebernarnya, karena kesenian ketoprak sebenarnya merupakan salah satu cikal bakal komedi Indonesia. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga memiliki warisan karya seni satu ini. tidak hanya pemerintah, namun juga dari masyarakat hendaknya menyadari sendiri dan melestarikan kekayaan kesenian tradisional yang kita miliki (Red.HP/Akhmad Alwin Kamal,
Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + ten =