RW II Kelurahan Kebondalem Terpilih Menjadi Kampung KB Tingkat Kabupaten

0
326

Pemalang, Harian Pemalang – Bertempat di Balai desa kelurahan Kebondalem, Pemalang, Kamis (28/4/2016) Bupati Pemalang yang di wakili oleh Wakil Bupati Pemalang Drs. Martono, mencanangkan kampung KB di RW II kelurahan Kebondalem, kecamatan Pemalang.

Acara ini di hadiri oleh perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah, ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Pemalang, Forpimda kabupaten Pemalang, kepala Bapermas KB, anggota PKK kabupaten, kecamatan, sampai kelurahan, dan masyarakat umum.

Agus Pujianto, SH., MKes, Kepala Bidang KR yang mewakili BKKBN provinsi Jawa Tengah menyatakan ” Program Keluarga Berencana (KB) hendaknya dapat berkembang kembali dan saling bersinergi dengan bidang yang lain, sehingga pembangunan lebih baik. Adanya kampung KB ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat”

Menurut Bupati Pemalang yang diwakili oleh Wakil Bupati Pemalang dalam sambutannya mengatakan “berdasarkan data disdukcapil jumlah penduduk pemalang pada akhir tahun 2015 sebanyak 1,4 juta jiwa. Hal ini disatu sisi merupakan anugerah akan tetapi disisi lain Apabila tidak di imbangi dengan daya dukung alam dan sektor lainnya akan menjadi bencana dikemudian hari. Oleh karena itu melalui program KB diharapkan 2 (dua) anak cukup.”
Dipilihnya RW II kelurahan Kebondalem sebagai kampung KB tingkat kabupaten, menurut kepala seksi pemerintah kelurahan Kebondalem Endah Wahyuningsih, SIP, RW ini memiliki kriteria dan memenuhi persyaratan sebagai Kampung KB. Adapun kriteria tersebut antara lain kepadatan penduduk, jumlah peserta KB aktif, tingkat unmed need (kebutuhan KB yang tidak terlayani) dan masih ada beberapa syarat lainnya. Di RW II tersebut dihuni 2.012 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 549, diantaranya sebanyak 314 usia subur, dan yang ikut KB aktif sebanyak 233 (74 %), sedangkan unmed neednya cukup tinggi sebesar 74 %. Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 16 pasang, PUS usia perkawinan pertama kurang dari 21 tahun sebanyak 81 pasang (14,75 %) serta jumlah balita 121 bayi. Disamping itu RW ini termasuk dalam katagori daerah kumuh, dan kurang adanya sanitasi. Dengan kondisi tersebut, RW II memenuhi syarat sebagai Kampung KB.

Menurut kepala bapermas KB Slamet Masduki, untuk saat ini kampung KB hanya ada 1 di setiap kabupaten, akan tetapi apabila berhasil kabupaten Pemalang akan berinovasi minimal satu desa satu kecamatan ada kampung KB ini.

Dalam sinergitas antara PKK tingkat RT/RW, kelurahan/desa, kecamatan sampai ke pusat dengan masyarakat agar menjadi akseptor KB perlu dilaksanakan. Seperti yang di sampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Pemalang, Irna Junaedi ” PKK dari tingkat RT sampai kabupaten selalu mendukung program posyandu dan KB ini. Calon akseptor diberi kemudahan dalam memperoleh kontrasepsi, baik pil, IUD, maupun suntik maupun alat kontrasepsi lainnya.” (Red.HP/sarwo edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 10 =