Jadikan Hardiknas Momentum Kebangkitan Pendidikan Pemalang

0
97

Pemalang, Harian Pemalang – Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pemalang meminta agar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, dijadikan momentum bagi semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, untuk terus memperbaiki tata kelola pelaksanaan pendidikan di daerah.

Menurut M. Aries Maulana, Alumni GMNI Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang mengatakan, pendidikan merupakan pondasi suatu bangsa untuk mewujudkan cita-citanya. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan.

“Menciptakan pendidikan yang berkualitas tentu perlu ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Apalagi dalam persaingan masyarakat ekonomi asean (MEA) hari ini, kita dituntut untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul,”ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pemalang selaku leading sector pendidikan, untuk bisa melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan, sehingga kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang bisa setara. Pasalnya, kata Aries, dari hasil kajian pihaknya selama ini, pembangunan masih terpusat di wilayah perkotaan.

“Jika pembangunan hanya terpusat di kota, maka bisa dipastikan masyarakat yang berada di wilayah pedesaan dan pesisir akan sulit mengembangkan potensinya. Makanya perlu ada pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga baik yang bersekolah di wilayah perkotaan maupun di pedesaan, bisa menerima layanan pendidikan yang sama,”tegasnya.

Aries mencontohkan, setiap memasuki tahun ajaran baru, siswa yang mendaftar ke sekolah-sekolah negeri di wilayah perkotaan cenderung membeludak. Hal itu diakibatkan oleh keinginan masyarakat yang tinggi, untuk bisa menerima pendidikan yang berkualitas. Belum lagi sikap “negeri maindid” yang belum bisa dikikis dalam lingkungan masyarakat, sehingga menimbulkan persoalan baru setiap tahunnya.

“Akan sampaikapan Disdikpora membuka USB setiap tahun ajaran baru tiba? Apa itu jadi solusi? Atau justru menimbulkan masalah baru, karena para siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) secara terkatung-katung tanpa ada kejelasan gedung sekolah, guru yang mengajar, maupun sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Maka jelas pemerataan kualitas pendidikan adalah hal yang mutlak,”bebernya.

Dalam masa 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pemalang, pihaknya menagih solusi dan rencana kongkrit pembangunan di sektor pendidikan. Terutama untuk mengantisipasi tahun ajaran baru yang sering jadi polemik, serta memfasilitasi lulusan-lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang perlu bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online sebetulnya sudah baik, tapi tetap saja masih ada mafia pendidikan yang bermain di sana. Maka perlu perhatian lebih dan komitmen dari bupati dan wakil bupati menyelesaikan persoalan tersebut,”ungkapnya.

Selain itu, sampai sejauh mana pemerintah kita akan mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Tentu masyarakat menunggu peran pemerintah dalam hal itu,”tandasnya. (Red.HP/kiriman M. Aries Maulana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − four =