Kreyo Desa Industri Yang Tersembunyi

0
1686
Ilustrasi Desa Kreyo

Pemalang, Harian Pemalang – Kreyo salah satu desa di kecamatan Randudongkal yang mempunyai potensi sebagai desa industri konveksi tas. Menurut Suheri, kepala desa kreo, saat ini, hampir 70 % penduduknya mengandalkan mata pencarian sebagai pekerja, pemilik di konveksi terutama tas. Tersebar sebagai perantau maupun yang menjalankan usahanya di desa kreo.

Sedangkan Ali Imron, ketua karang taruna sekaligus pengrajin tas, menjelaskan bahwa desa kreo mulai ada pengrajin tas sekitar 5 tahun yang lalu, banyak pengrajin tas asal desa kreo yang memutuskan pulang kampung dengan tujuan membangkitkan geliat ekonomi masyarakat desa, disamping kondisi ibukota jakarta yang kian mahal, baik kontrakan maupun biaya hidup lainnya.

Senada dengan Imron, salah satu pemilik rumah produksi dengan brand Dimas, Darmojo menceritakan bahwa ketrampilan dalam pembuatan tas sebenarnya sudah di miliki oleh warga kreo secara turun temurun, sebelumnya banyak orangtua orangtua dari kreo yang merantau ke Jakarta sebagai pembuat tas, beliau beliau ini mengajak pemuda pemuda desa merantau dan bekerja di rumah produksi tas di Jakarta, bandung dan kota kota besar lainnya, sehinga dulu hampir sebagian besar pemuda desa menjadi perantau. Dengan adanya pemikiran, gerakan dan hitung hitungan bisnis maka banyak perantau yang memutuskan pulang kampung. Menurut Imron secara hitungan bisnispun dikerjakan di desa, harga masih bisa bersaing di pasaran, terbukti setiap minggu, pengrajin desa kreo menggunakan 2 (dua) mobil travel (yang kursinya di copot) untuk dikirim ke pelanggan, saat ini masih banyak permintaan dari jakarta, bandung dan kota besar lainnya.

Tantangan, rintangan dan kesulitan tentunya menyertai kepulangan para pengrajin tas ini. Hubungan dengan pihak pembeli, suplayer bahan baku tetap dijaga, masih banyak keluarga maupun kolega yang berada di jakarta untuk tetap menjaga kelangsungan bisnis ini.

Kampung Konveksi Tas

Sampai sampai saat ini, sudah 15 pengrajin tas industri rumahan menjadikan desa Kreo sebagai produsen tas terbesar di Pemalang maupun eks karesidenan Pekalongan. Setiap pengrajin tas sudah memberdayakan tetangganya sekitar 3 sampai 20 kepala keluarga. Lebih lanjut Imron menerangkan bahwa bahan dari rumah produksi di ambil oleh penjahit (dalam hal ini mitra kerja) untuk dikerjakan dirumah masing masing. Sedangkan pola, bahan dan perlengkapan kerja lainnnya disediakan oleh rumah produksi, setelah produk selesai dikembalikan lagi ke rumah produksi. Selanjutnya rumah produksi melakukan control quality dan packing produk untuk dikirim ke pemesan maupun toko toko langganan. Mitra penjahitpun saat ini sudah berkembang, tidak hanya warga kreyo melainkan sudah memperkerjakan orang orang di luar kreyo misalnya kalimas, mangli, kalitorong, dan desa desa disekitarnya.

Adanya usaha ini geliat ekonomi wargapun sudah mulai terasa, menurut imron mitra penjahit sudah dapat mengantongi penghasilan sekitar 1 juta rupiah per minggu atau 4 juta se bulan, dan penghasilan inipun fluktuatif tergantung permintaan pasar kadang kadang naik tajam kadang juga sepi. Produksi di hasilkan dari desa kreo ini berupa tas tas sekolah, tas kantor, tas seminar, tas senapan, tas wanita, tas duplikasi merk merk terkenal maupun tas tas berdasarkan pesanan khusus dari konsumen, di samping itu juga mengerjakan jaket, dompet dll. (Red.HP/sarwo edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 1 =