Petani Pesisir Pemalang Dialog Dengan Heru, Wakil Gubernur Jateng

0
296

Pemalang, Harian Pemalang – Rangkaian kegiatan Gubernur Jawa Tengah yang di wakili oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko dalam rangka peringatan harkitnas ke 108 tahun 2016 tingkat Jawa Tengah, yang dilaksanakan di kabupaten Pemalang antara lain Dialog Petani Pesisir Dengan Gubernur Jateng, pada Kamis (19/5/2016) di TPI Mojo.

Dalam dialog ini, dihadiri oleh wakil bupati Pemalang Drs. H. Martono, SKPD terkait Pemprov Jawa Tengah, Sekda beserta jajarannya, Forkompinda, pimpinan BUMN maupun BUMD, serta petani dan nelayan yang bergabung dalam kelompok tani dan nelayan.

Bupati Pemalang dalam sambutannya yang dibacakan oleh wakil bupati Martono mengatakan “Pemalang mempunyai panjang pantai 34,6 km tang berada di 16 desa dalam 4 kecamatan. Sedangkan Potensi mangrove seluas 1.946, 86 Ha dan hamparan mangrove seluas 232,86 Ha, mangrove yang tumbuh dipematang tambak seluas 1.714 Ha. Sedangkan cemara laut sebagai sabuk hijau pantai sepanjang 20,475 Ha.”

Dialog ini dipandu oleh Wakil Bupati Pemalang, degan langsung tanya jawab antara masyarakat dengan wakil gubernur serta SKPD terkait. Dalam acara ini di buka dua termin pertanyaan. Pada termin pertama di wakil oleh Tolani dari kelompok sadar wisata desa mojo yang mengajukan pertanyaan dan permohonan bantuan antara lain permintaan kapal wisata yang representatif untuk mengangkut wisatawan dari dermaga ke kawasan mangrove, serta petunjuk arah sebagai promosi wisata, disamping itu juga mengemukakan sodetan sungai comal dan ketersediaan pakan ikan terutama ikan bandeng di daerah mojo.

Lain lagi persoalan yang disampaikan oleh Sucipto yang mewakili kelompok tani budidaya cemara laut Nyamplung Sari, Petarukan yang mengatakan bahwa ketersediaan polybag di Pemalang susah, meminta informasi rentang kebutuhan cemara laut khususnya di Jawa Tengah serta minta bantuan dalam pemasaran ke seluruh indonesia.

Sedangkan termin pertama ditutup pertanyaan dari Tasmani yang mewakili kelompok tani Bakau Lestari bagian Penaman yang berharap adanya bantuan berupa perahu kecil untuk mengangkut bibit bakau, minta pemecah ombak, dan bronjong tanggung sungai comal agar tidak terjadi abrasi, disamping itu sodetan di daerah hamparan mangrove.

Dalam termin ini baik wagub maupun wabup memberi penjelasan dan berjanji akan menuntaskan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Pada termin ke dua diwakili oleh Waryono dari kelompok Karya Tani 2 desa Blendung, yang minta adanya aliran listrik ke obyek wisata Blendung, penambahan tegakan cemara laut di pantai blendung dan perbaikan akses jalan.

Sedangkan Handoyo dari kelompok Bakau Mulyo 2 desa Pesantren, minta bantuan dalam hal sertifikat benih karena saat ini hanya mempunyai sertifikat tegakan benih. Menurut wagub sertifikat benih hanya dikhususkan untuk 5 tanaman dan mangrove atau bakau tidak termasuk akan tetapi kalau mempunyai sertifikat tersebut tentunya akan meningkatkan daya saing dan wagub secara pribadi akan membantu dalam sertifikat tersebut.

Terakhir dari pokdarwis mojo diwakili oleh Ahmad Saprowi yang berharap bantuan dalam perbaikan jalan, menara pandang, dermaga yang permanen, tempat parkir dan MCK di kawasan mangrove tersebut. (Red.HP/ Sarwo Edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 1 =