Pedagang Keliling Nanas Madu, Tersebar Di Sudut Kota Pemalang

0
1609

Pemalang, Harian Pemalang – Buah yang satu ini merupakan salah satu produk pertanian unggulan di kabupaten Pemalang, dengan sentra produksi pertanian di Kecamatan Belik. Nanas Madu Belik, dengan nama Ilmiah
Ananas comosus (L.) Merr. Dari Familia Bromeliaceae merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Brasilia, Bolivia dan Paraguay

Asal usul nanas madu (belik) Pemalang mula-mula dari Bogor, pada dekade 50-an nanas madu tersebut dibawa ke Pemalang untuk dibudidayakan. Sedangkan nama ,”nanas madu pemalang” diberikan tengkulak/juragan Jakarta karena rasanya manis bak madu.

Ditilik perbedaannya, nanas madu Pemalang memiliki ciri fisik lebih mungil dengan ukuran paling besar 2 kepalan tangan orang dewasa, tapi kalo soal rasa, tidak kalah nikmat. Bahkan beberapa petani nanas Madu di daerah Belik mengklaim bahwa nanas madu dari Belik rasanya lebih manis dari nanas madu Subang. Selain manis seperti madu, nanas madu Pemalang juga tidak terlalu kesat di lidah.

Nanas madu ini banyak dijumpai di beberapa kota besar antara lain jakarta, bandung, Bogor, Tangerang, semarang. Para petani nanas madu di Belik sudah memiliki jaringan distribusi masing masing, ada yang diambil oleh pengepul/ juragan/tengkulang, kemudian mengirimkannya ke agen baru di distribusi kan ke warung, lapak ataupun pedagang yang menjajakan dipinggir jalan. Ada pula langsung dikirim dari pengepul ke pedagang yang tersebar di beberapa kota.

Di kabupaten Pemalang sendiri penjualan nanas madu ini dapat di jumpai dibeberapa sudut kota, ada yang dijual di lapak di pasar, toko buah, ada yang memakai pick up ataupun dikelilingkan langsung ke konsumen menggunakan sepeda motor.

Salah satu penjual nanas madu, Hasan (21 tahun) warga desa Kramat, mengelar dagangannya dengan menggunakan rombong sepeda motor mangkal di Jl. Pemuda di depan pabrik es Ratu Salju. Hasan mendapat nanas madu dari Aji warga Kramat yang bertindak sebagai agen dari salah satu pengepul yang ada di Belik.

Menurut Hasan, nanas yang dia jual dari kelas B besar dan B kecil, hal ini berhubungan dengan daya beli masyarakat pemalang, lebih lanjut dia menerangkan “nanas ukuran B kecil di jual per kantong isi 3 buah sudah di kupas seharga Rp. 10.000, sedangkan ukuran B besar di hargai Rp. 15.000 per kantong isi 3.” Sedangkan kelas super biasanya di jual Rp. 20.000/3 buah, kelas A dibandrol Rp.18.000/3, dan masih ada kelas ,C yang jarang dibawa karena terlalu kecil.

Ditanya tentang lakunya nanas madu yang dia jual, Hasan menjelaskan masih relatif sedikit lakunya, baru 1 karton (isi 100 kelas B) setiap 2 hari atau baru laku setengah karton per harinya. Menurut dia mungkin hal ini disebabkan oleh masih baru pangkalannya atau daya beli yang kurang dari masyarakat sendiri.Apabila dagangannya masih dan buah sudah terlanjur dikupas maka akan dikelilingkan agar cepat lakunya.

Untuk masyarakat Pemalang, ayo beli nanas madu yang sudah digelar oleh pedagang keliling maupun lapak yang ada di sudut sudut kota. (Red.HP/Sarwo Edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × two =