Lindu Aji Pemalang Soroti Dampak Negatif Pembangunan Jalan Tol Di Kabupaten Pemalang

0
1165

Pemalang, Harian Pemalang – Bertempat di Markas Padepokan Lintang Kemukus, Sirau, Paduraksa Pemalang, Senin (30/5) Dengan dimotori oleh DPC Lindu Aji Kabupaten Pemalang, serta duhadiri oleh beberapa LSM dan kepala desa yang wilayahnya akan dilalui jalur Jalan tol Pemalang- Batang melakukan diskusi santai terkait dampak negatif pembangunan jalan tol terhadap lahan pertanian.

Dalam penyampaiannya Andi Rustono Ketua DPC Lindu Aji Pemalang mengatakan,”Pembangunan jalan Tol yang melintas di Kabupaten Pemalang akan menggerus luas lahan secara keseluruhan 260 Ha termasuk diantaranya lahan pertanian, alih fungsi lahan yang tidak jelas arahnya serta tidak terintergasi sehingga pembangunannya cenderung pragmatis, dan apa yg dilakukan sa’at ini tanpa pertimbangan jangka panjang sehingga sering sekali pembangunan di satu sektor mengorbankan sektor lain”, jelas Andi Rustono.

Dikatakan juga olehnya konversi lahan pertanian untuk keperluan pembangunan dapat dikatakan bersifat irreversible (tidak dapat balik) artinya jika ada lahan yang awalnya digunakan untuk pertanian lalu dialih fungsikan untuk komplek Industri atau perumahan lahan tersebut tidak dapat dialihkan fungsikan kembali ke pertanian seperti pada awalnya. Oleh karena itu perlu adanya usaha yang serius untuk menjaga lahan yang cocok untuk pengembangan pertanian pangan agar tetap berfungsi sebagai lahan pertanian,”Sebuah keharusan bagi sektor pertanian pada khususnya untuk dilindungi, antara lain dengan cara membangun insfratruktur yang memadai, kita tidak ingin lahan pertanian sawah di Pemalang menjadi kubangan yang tidak lagi produktif, kami tidak ingin Predikat Pemalang sebagai lumbung pangan Jawa Tengah menjadi hilang, kami bukan menolak adanya pembangunan jalan tol di wilayah kabupaten Pemalang tapi kami khawatir, mohon dijawab ke khawatiran kami, kami memahami dan mengerti apa yang akan terjadi ke depan dalam dunia pertanian (padi) khususnya,” papar Andi.

Terkait dengan diskusi tersebut salah seorang kepala desa juga mengkhawatirkan insfratruktur yang akan dilalui guna pembangun jalan tol tersebut jika mengalami kerusakan siapa yang akan bertanggung jawab,” kami khawatirkan tentang akibat pembangunan jalan Tol yang menggunakan insfratruktur yang misalnya jalan yang dilalui rusak, saluran pengairan, baik tersier, sekunder maupun cacingan, ini perlu kita pertanyakan kepada kontraktor ataupun dinas pekerjaan umum,”usulnya.

Dari hasil diskusi ringan diperoleh kesimpulan bahwa pada hari Jum’at (5/3) ormas Lindu Aji dan beberapa perwakilan Desa yang wilayahnya dilalui jalan tol akan mengadakan audensi dengan DPRD Pemalang.(Red.HP/Joko Longkeyang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + fifteen =