Pudji Dar : Refleksi Memperingati Hari Lahir Pancasila, Tanggal 1 Juni 1945

0
148

Pemalang, Harian Pemalang – Terlepas dari berbagai kontroversi yang mengemuka, jejak sejarah mencatat bahwa pada tanggal 1 Juni 1945 saat sidang BPUPKI berlangsung Bung Karno telah menyampaikan gagasannya tentang dasar negara yang pada waktu itu ia sebut sebagai Pancasila. Memang Pancasila yang disampaikan Bung Karno tidaklah sebagaimana susunan sila-sila pada Pancasila yang dikenal saat ini sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Namun tetap saja harus diakui bahwa yang pertama kali mencetuskan istilah tersebut adalah bung Karno.

Setelah mengalami pergulatan panjang dan melelahkan dari segenap anak bangsa, kini Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa tanggal 1 Juni sebagai haril ahir Pancasila, tentu seluruh rakyat dan elemen bangsa Indonesia tanpa kecuali harus bersyukur menyambut kegembiraan tersebut.

Pancasila sebagai dasar Negara terbukti sangat ampuh merekatkan berbagai perbedaan yang begitu kompleks di tanah air, meski acap kali masih terjadi riak-riak kecil karena adanya anasir-anasir yang mencoba mengganggu eksistensi Pancasila, akibatnya justru kebijakan Pemerintah yang tidak Pancasilais.

Momentum dijadikannya tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila tentu harus disikapi dengan semangat tinggi untuk bagaimana membangun bangsa Indonesia berdasarkan sila-sila didalamnya yaitu Ketuhanan Yang MahaEsa, Kemanusiaan yang Yang adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyataan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaratan/Perwakilan serta Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Inddonesia. Hal ini perlu ditegaskan karena disinyalir bahwa saat ini Pancasila mulai diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Selain itu kenyataannya seringkali kebijakan pemerintah tak sesuai dengan butir-butir yang terkandung dalam Pancasila. Fakta bahwa masih banyak warga negara Indonesia saat ini yang masih bodoh dan menjadi masyarakat apatis. Maka wajar jika pengabaian Pancasila yang seharusnya menjadi dasar Negara justru berujung pada penguasaan asing atas sumberdaya yang dimiliki bangsa Indonesia melalui invests yang kurang mempedulikan keadiln sosial.

Oleh karena itu, ditetapkannya hari Pancasila tidak hanya sekedar diperingati dan dijadikan jargon kebangkitan nasional semata melainkan dijadikan sebagai momen untuk menyadarkan kembali masyarakat Indonesia agar lebih mengenal, menghayati dan mengamalkan Pancasila. Semisal semangat “Gotongroyong yang sudah hilang harus di bangkitkan kembali karena azas Pancasila adalah gotongroyong. Norma-norma yang disusun oleh founding father’s pun kita harus jalankan dalam implementasi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Bangsa kita harus disadarkan kembali bahwa Bung Karno adalah pencetus Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Jadi marilah kita semua implementasikan butir-butir Pancasila itu dalam kehidupan keseharian, baik pejabat maupun rakyatnya, niscaya Bangsa Indonesia akan makmur, adil dan sejahtera, semoga tidak sekedar Impian ! (Red.HP/sarwo edy)

Ditulis oleh : Puji Dwi Darmoko, M.Hum.

Pemerhati Pendidikan, Presidium Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pemalang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =