Ternyata Bukan PL Yang Demo ke DPRD Pemalang

0
894

Pemalang, Harian Pemalang – Sebanyak kurang lebih 30 (orang) karyawan/pekerja cafe/karaoke yang terdiri dari manager, pelayan sampai cleaning service dari perwakilan berbagai cafe/karaoke se kabupaten Pemalang, pada jumat (10/6/20) mengadakan audience dengan DPRD kabupaten Pemalang. Rombongan ini tidak ada satupun pemandu lagu (PL) yang di isu kan akan berdemo ke DPRD dengan kekuatan sebanyak 1000 (seribu) PL.

Rombongan ini diterima di gedung paripurna DPRD oleh Agus Sukoco ketua DPRD, Rois Faizal wakil ketua DPRD, Suti’ah ketua komisi D, beberapa anggota dari komisi D, SKPD terkait antara lain satpol PP, KPPT, setda bagian hukum,dinsosnakertrans serta kesbangpolitmas.

Menurut Suripto GD selaku juru bicara perwakilan karyawan/pekerja cafe/karaoke menyatakan “selama 9 tahun karaoke di Pemalang terutama di kompleks sirandu berlangsung dengan kondusif baik hari biasa maupun ramadhan. Dan sebenarnya cafe/karaoke bukanlah tempat negatif.” Disampaikan pula oleh urip kucir panggilan Suripto “Keinginan untuk audience dengan DPRD merupakan keinginan murni dari para karyawan/pekerja cafe/karaoke, karena para pekerja ini ibaratnya kerja hari ini untuk makan hari ini, sehingga apabila harus tutup selama bulan ramadhan akan keberatan karena tidak adanya pemasukan.” Lebih lanjut urip kucir menyampaikan “Mohon kiranya agar kami dapat membuka kembali usaha kami, karena hal ini berhubungan dengan “perut” keluarga kami”

Adanya audience para pekerja/karyawan cafe/karaoke ini ditanggapi oleh positif ketua DPRD. Menurut Agus Sukuco, “Terima kasih kepada para pekerja/karyawan cafe/karaoke yang telah menggunakan jalan yang benar dengan mengadukan hal ini kepada dewan, dan penyampaian aduan tersebut dengan santun dan tidak arogan.”

Ketua DPRD dalam tanggapannya meminta bagian hukum setda kabupaten Pemalang untuk menguraikan tentang permasalahan ini. Kepala bagian hukum setda pemkap Pemalang Puji Sugiharto memerangkan bahwa perbup no 12 tahun 2016 yang di tanda tangani oleh bupati pada tanggal 18 april 2016 dalam pasal 7 dinyatakan tentang pengaturan jam buka cafe/karaoke.

Pada perbub tersebut, pada pasal 7 ayat 1 menyatakan waktu penyelenggaraan usaha karaoke dilakukan dengan ketentuan : karaoke keluarga mulai pukul 11.00 wib sampai dengan 22.00 WIB, karaoke umum pykul 14.00 wib sampai 02.00 wib. Ayat 2. Waktu penyelenggaraan usaha karaoke pada bulan ramadhan dilakukan dengannketentuan : 3 (tiga hari) awal bulan ramadhan, 3 (tiga hari) sebelum idul fitri dan hari raya idul fitri serta 3 hari setelah hari raya idul fitri tidak boleh buka. Perbup ini disosialisasikan kepengusaha cafe/karaoke di kantor satpol PP dan kantor KPPT.

Akan tetapi pada kamis 2/6/2016 Bupati Pemalang mengeluarkan surat edaran nomor 180/1574/Hk tentang pengaturan kegiatan usaha dan hiburan dalam bulan Ramadhan 1437 H/2016 M. Dalam surat edaran tersebut beberapa usaha yang ditutup selama bulan ramadhan adalah bilyard, karaoke, panti pijat/sauna/spa.

Pada 6/6/2016 Bupati pemalang mengeluarkan perbub nomor 20/2016 yang intinya merevisi perbup no 12/6/2016. Bagian inti yang direvisi adakah pasal 7, bahwa cafe dan karaoke selama ramadhan tutup dan tutup pula 3 (tiga) setelah idul fitri. Serta menambah perlunya kompetensi pekerja cafe/karaoke sesuai dengan kebutuhannya.

Dari audience ini maka ketua dewan akan membahas hal ini dengan eksekutif dan akan menginformasikan hasil keputusan secepatnya kepada para pengusaha cafe/karaoke.

Ditemui di akhir acara oleh www.harianpemalang.com, urip kucir menyatakan “sangat mengapresiasi kerja dewan yang telah merespon dengan baik atas aduan masyarakat. Dan berharap dapat secepatnya mendapatkan keputusan tentang hal ini. Akan tetapi kami para pekerja sangat berharap hari ini jumat (10/6/2016) dapat membuka usaha lagi.” (Red.HP/ Sarwo Edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 8 =