Forum Masyarakat Islam Pemalang Dukung Penutupan Karaoke Liar

2
389

Pemalang, Harian Pemalang – Sebanyak ratusan umat Islam yang menamakan diri “Forum Masyarakat Islam Kabupaten Pemalang”, mengadakan unjuk rasa, rabu (15/6/2016) didepan gedung DPRD Pemalang. Rombongan ini mulai berjalan dari alun alun Pemalang menuju gedung DPRD. Di awali barisan depan dengan terbang genjring, di ikuti oleh berbagai elemen masyarakat Islam dari Muhammadiyah, angkatan muda muhammadiyah, tapak suci, dan dari unsur Nahdatul ulama, banser, pemuda ansor serta elemen masyarakat lainnya.

Forum Masyarakat islam ini, setelah sampai di depan gedung DPRD langsung mengadakan orasi. Beberapa orator dalam orasinya menyerukan agar masyarakat Islam pemalang selalu amar makruf nahi munkar, serta mendukung dan mengawal surat edaran bupati nomor 180/1574/Hk tentang pengaturan kegiatan usaha dan hiburan dalam bulan Ramadhan 1437 H/2016 M.

Perwakilan unjuk rasa yang terdiri dari 4 orang yang mewakili unsur Muhammadiyah dan NU diterima oleh ketua DPRD kabupaten Pemalang yang diwakili oleh ketua DPRD kabupaten Pemalang Rois Faisal. Disamping itu dihadiri pula oleh anggota DPRD komisi D, KPPT, kasatpol PP, kepolisian, setda bagian hukum.

Wakil pengunjuk rasa dari unsur Muhammadiyah menyatakan “Forum Masyarakat Islam Kabupaten Pemalang siap mendukung dan mengawal Surat Edaran Bupati Pemalang tentang pengaturan kegiatan usaha dan hiburan dalam bulan Ramadhan 1437 H/2016 M.” Lebih lanjut mengungkapkan “kami akan melawan siapapun yang kira kira menghalang halangi pelaksanaan surat edaran bupati, karena ada segelintir yang mengatasnamakan umat Islam akan mendukung bukannya cafe, karaoke selama bulan ramadhan tersebu

Pemalang, Harian Pemalang – Sebanyak ratusan umat Islam yang menamakan diri “Forum Masyarakat Islam Kabupaten Pemalang”, mengadakan unjuk rasa, rabu (15/6/2016) didepan gedung DPRD Pemalang. Rombongan ini mulai berjalan dari alun alun Pemalang menuju gedung DPRD. Di awali barisan depan dengan terbang genjring, dan di ikuti oleh berbagai elemen dari Muhammadiyah, angkatan muda muhammadiyah, tapak suci, dan dari unsur Nahdatul ulama, banser, pemuda ansor serta elemen masyarakat lainnya.

Forum Masyarakat islam ini, setelah sampai di depan gedung DPRD langsung mengadakan orasi, dalam orasinya menyerukan agar masyarakat Islam pemalang selalu amar makruf nahi munkar, serta mendukung dan mengawal surat edaran bupati nomor 180/1574/Hk tentang pengaturan kegiatan usaha dan hiburan dalam bulan Ramadhan 1437 H/2016 M.

Perwakilan unjuk rasa yang terdiri dari 4 orang yang mewakili Muhammadiyah dan NU diterima oleh ketua DPRD kabupaten Pemalang yang diwakili oleh ketua DPRD kabupaten Pemalang Rois Faisal. Disamping itu dihadiri pula oleh anggota DPRD komisi D, KPPT, kasatpol PP, kepolisian, setda bagian hukum.

Wakil pengunjuk rasa dari unsur Muhammadiyah menyatakan “Forum Masyarakat Islam Kabupaten Pemalang siap mendukung dan mengawal Surat Edaran Bupati Pemalang tentang pengaturan kegiatan usaha dan hiburan dalam bulan Ramadhan 1437 H/2016 M.” Lebih lanjut mengungkapkan “kami akan melawan siapapun yang kira kira menghalang halangi pelaksanaan surat edaran bupati, karena ada segelintir yang mengatasnamakan umat Islam akan mendukung bukannya cafe, karaoke selama bulan ramadhan.”

Ahwan, salah satu perwakilan meminta petugas pemerintahan yang berwenang dalam hal ini satpol PP dan kepolisian untuk menutup tempat hiburan malam, karaoke dan kafe selama bulan ramadhan.

Dalam tanggapannya kasatpol PP, Sukisman mengatakan “selama 3 hari sebelum ramadhan dan sampai saat ini (rabu, 15/6/2016), pantauan satpol PP menginformasikan bahwa cafe/karaoke yang berijin tutup, jadi telah melaksanakan Perbup 20 tahun 2016, artinya juga telah mentaati surat edaran bupati.” Selanjutnya Kisman menyatakan “pada selasa malam (14/6/2016) ada 4 (empat) tempat cafe/karaoke liar (ilegal) yang buka. Ke empat tempat tersebut tersebar di kecamatan randudongkal, grosir pakaian comal, cafe T 3 (T telu) dan grosir petarukan. Kami minta bantuan semua elemen masyarakat Pemalang untuk ikut membantu dalam menertibkan cafe/karaoke liar ini.”

Unjuk rasa dan audience berjalan dengan tertib dan terkendali. Akhirnya setelah menyampaikan aspirasinya kelompok masyarakat ini membubarkan diri dengan tertib. (Red.HP/Sarwo Edy)

t.”

Ahwan, salah satu perwakilan juga meminta petugas pemerintahan yang berwenang dalam hal ini satpol PP dan kepolisian untuk menutup tempat hiburan malam,karaoke dan kafe untuk tutup selama bulan ramadhan.

Dalam tanggapannya kasatpol PP, Sukisman mengatakan “selama 3 hari sebelum ramadhan dan sampai saat ini (rabu, 15/6/2016), pantauan satpol PP cafe/karaoke yang berijin tutup, jadi telah melaksanakan Perbup 20 tahun 2016, artinya juga telah mentaati surat edaran bupati.” Selanjutnya Kisman menyatakan “pada selasa malam (14/6/2016) ada 4 (empat) tempat cafe/karaoke liar (ilegal) yang buka. Ke empat tempat tersebut tersebar di kecamatan randudongkal, grosir pakaian comal, cafe T 3 (T telu) dan grosir petarukan. Kami minta bantuan semua elemen masyarakat Pemalang untuk ikut membantu dalam menertibkan cafe/karaoke liar ini.”

Unjuk rasa dan audience berjalan dengan tertib dan terkendali. Akhirnya setelah menyampaikan aspirasinya kelompok masyarakat ini membubarkan diri dengan tertib. (Red.HP/Sarwo Edy)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + 17 =