Pengunjuk Rasa Serahkan Tikus Ke DPU Pemalang

2
1043

Pemalang, Harian Pemalang – Ratusan massa yang bergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan (KMP3) yang terdiri dari Puskapik, Pemalang Development Advocation Anggaran Sosial (PEDAAS), Gelang Perak, Saka Swadesi, mahasiswa, serta masyarakat umum, senin (20/6/2016) mengadakan unjuk rasa di depan gedung Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemalang. KMP3 dengan koordinator lapangan Heru Kudimiharso, sampai di depan gedung PU sekitar jam 09.35 WIB langsung menggelar orasi.

Massa datang menggunakan bus, mobil maupun motor datang dengan tertib, langsung berkumpul sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Pemalang Ora Di Dol, usir kapitalis dari bumi Pemalang!!!”, “Proyek Semrawut, Copot Kepala DPU!!!”, “Lelang Abal Abal, Evaluasi dan Lelang Ulang Semua Proyek Di Pemalang”, “Lelang Abal Abal, Evaluasi dan Lelang Ulang Semua Proyek Di Pemalang”, “DPRD Jangan Bungkam, Kalian Bukan Broker Proyek”

Dalam orasinya Heru Kundi meminta agar Kepala DPU transparan dalam semua lelang proyek, dan meminta jangan tebang pilih, tapi semua lelang proyek tahun 2016 untuk diulang kembali.

Orasi hanya berlangsung singkat hanya sekitar 10 menit. Dalam akhir orasinya Kundi menyerahkan tikus kepada salah satu perwakilan dari PU, sebagai simbol PU sarang para (terindikasi) koruptor.

Setelah menyerahkan tikus, massa bergerak ke DPRD Pemalang, sampai di depan gedung DPRD sekitar jam 10.00 WIB. Setelah berkumpul dan membentangkan spanduk, massa melanjutkan orasinya.

Salah satu orator Edi Suprayogi, menyampaikan “Minta pimpinan DPRD untuk bertanggung jawab atas anggaran yang sudah diputuskan. Jangan persulit perusahaan jasa konstruksi yang ada di Pemalang untuk ikut lelang proyek di Pemalang.”

Beberapa orator menyampaikan orasinya sebelum diterima oleh Ketua DPRD Pemalang yang diwakili oleh ketua komisi B, Wardoyo. 10 (sepuluh), orang Perwakilan pengunjuk rasa di diterima untuk audience dengan DPRD.

Perwakilan pengunjuk rasa ini selain di terima oleh ketua komisi B, juga ditemui oleh wakil ketua komisi B Fahmi Hakim, anggota komisi B dan SKPD terkait dalam hal ini DPU, yang dihadiri oleh kepala DPU Sudaryono, didampingi oleh ketua lelang Eko Adi, dan staff lainnya.

Dalam audience ini, terungkap adanya rekanan jasa konstruksi yang tidak mempunyai bendera bahkan menguasai beberapa puluh paket proyek penunjukan langsung (PL) hal ini seperti yang di ungkapkan oleh Edi Macan. “Mewakili rekanan jasa konstruksi pemalang, saya melihat proyek PL maupun tender di Pemalang terlihat aneh dan lucu. Yang tidak punya “Bendera” (red. perusahaan) dapat proyek sampai puluhan paket, tetapi yang punya Bendera sama sekali tidak kebagian proyek tersebut.” Jelas Edi Macan.

Lebih lanjut Edi meminta agar proyek PL tidak dikuasai oleh segelintir kontraktor saja, serta meminta persyaratan yang tidak berbelit belit dan mudah sehingga rekanan jasa konstruksi pemalang dapat ikut lelang tender.

Menanggapi hal ini kepala DPU Sudaryono, sangat berterima kasih atas upaya rekanan jasa konstruksi di Pemalang. Lebih lanjut sudaryono menekankan “Apabila ada kontraktor rekanan jasa konstruksi Pemalang yang memakai atau meminjam bendera perusahaan lain jangan tanggung tanggung, pilih yang benar benar bonafide dan kredibel sehingga tidak akan memusingkan PU sebagai regulator proyek.”

Lebih lanjut Sudaryono, meminta rekanan jasa konstruksi di Pemalang lebih dapat berkembang maju dan update pada perkembangan jaman serta dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan sehingga dapat mengikuti lelang tender proyek. “Kita harus waspada terhadap rekanan proyek skala nasional maupun propinsi yang akan mendesak rekanan jasa konstruksi di level kabupaten,” jelasnya. (Red.HP/sarwo edy)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + 12 =