Pemalang Dalam Panggung Sejarah

1
493

Pemalang, Harian Pemalang – Sejarah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sebagai tokoh penggerak dan penikmat sejarah. Dewasa ini, minat masyarakat terhadap sejarah mulai tumbuh seiring dengan terbitnya buku-buku sejarah yang banyak beredar di toko buku online maupun konvensional. Beragam tema yang ditawarkan mulai dari sejarah lokal, sosial, politik dan biografi menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Melalui sejarah, masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran sejarah melalui berbagai cara seperti membaca buku, mengikuti seminar sejarah atau diskusi sejarah yang dapat diakses melalui jejaring sosial.

Kesadaran sejarah sangat diperlukan bagi masyarakat untuk menumbuhkan rasa dan pengetahuan sebagai modal dalam berefleksi. Bahaya bagi manusia yang tidak mengenal akan masa lalunya (sejarah) dan digambarkan sebagai manusia yang hilang ingatan dan terbelenggu dalam ketidakmampuan untuk memahami diri dan lingkungan sendiri.

Pemalang dalam Karya Sejarah
Pemalang dikenal sebagai daerah yang berdiri sejak abad ke-16 M, dan menjadi salah satu daerah tertua di pesisir utara Jawa. Sebutan tersebut mengindikasikan bahwa pemalang memiliki riwayat yang cukup panjang dan menarik untuk ditelurusi. Kehidupan masa lalu mampu memberikan pengenalan terhadap perkembangan kebudayaan yang mengakar menjadi local genius dalam kehidupan di lingkungan masyarakat setempat.

Dalam kaitannya dengan sejarah, Pemkab Pemalang tercatat pernah melakukan inisiatif untuk mencari kebenaran tentang peristiwa di masa lampau yang bersifat einmalig tersebut.
Pemerintah melalui tim Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang telah melakukan penelitian mengenai awal mula berdirinya pemalang dalam rangka penentuan hari jadi Kabupaten Pemalang. Penelitian oleh tim yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang menghasilkan beberapa pilihan waktu dan pada akhirnya melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat, budayawan, dan instansi terkait menetapkan tanggal 24 Januari 1575 sebagai hari jadi Pemalang.

Hasil inisiatif yang digawangi oleh pemerinah daerah pernah diterbitkan dalam bentuk buku yang tidak terlalu tebal pada tahun 2014. Meskipun materi buku tidak menyangkut keseluruhan peristiwa sejarah pemalang dan terbatas dalam peredarannya, namun sudah memberikan secercah harapan untuk terus mengembangkan lagi pencarian peristiwa yang menggambarkan peran Pemalang dalam panggung sejarah.
Selain pemerintah daerah, penelitian mengenai sejarah Pemalang dilakukan oleh beberapa akademisi dan sejarawan.

Pada tahun 1989, terbit buku berjudul Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Grafiti, Jakarta. Anton E. Lucas sebagai penulis buku tersebut mengupas peristiwa pendaulatan terhadap pangreh praja di Karesidenan Pekalongan pada akhir tahun 1945. Pemalang sebagai bagian dari Karesidenan Pekalongan menjadi daerah yang berperan dalam aksi pendaulatan. Seorang tokoh bernama Supangat muncul sebagai pemimpin rakyat yang disegani.

Aksi yang berpusat di Tegal, Brebes dan Pemalang berakhir pada bulan Desember 1945 dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sukarno, Hatta dan Sjahrir berkunjung ke Pekalongan pada 22-23 Desember dengan memberikan pidato kepada rakyat agar tidak berlebihan dalam bertindak. Mohammad Hatta dengan lantang berbicara di depan kerumunan rakyat bahwa “kedaulatan rakyat di Tiga Daerah terlalu besar, karena hanya pemerintah yang memiliki hak untuk memberhentikan dan mengangkat pangreh praja”.

Peristiwa Tiga Daerah atau juga disebut sebagai Revolusi Sosial telah mengintepretasikan peran Pemalang dalam Panggung Sejarah Nasional. Pemalang bukan hanya berfungsi sebagai daerah pelengkap sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak untuk meningkatkan kegiatan rekontruksi sejarah khususnya berkaitan dengan Pemalang sebagai salah satu aset intelektual.(Red.HP)

Penulis : Ilham Nur Utomo, Mahasiswa Ilmu Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − 3 =