Apa Kabar Desa Wisata Di Pemalang?

0
358

Pemalang, Harian Pemalang – Pantura Expo Tourism 2016 sedang berlangsung di Pemalang, sabtu – minggu (23/7-24/7) yang dipusatkan di pantai widuri dan hotel Winners Pemalang. Banyak masukkan yang berarti dalam pengembangan wisata yang ada di kabupaten Pemalang.

Ada catatan kecil dari pelaku wisata yang ada di Kabupaten Pemalang. Beberapa catatan kecil yang cukup penting dari Imam Sudrajat, SE., selaku manager obyek wisata Zatobay Waterboom dan anggota tim pengembangan pariwisata kabupaten Pemalang Kadin Pemalang.

Menurut Imam, mengutip salah satu pernyataan kepala Kadin jawa tengah, “Lupakan investasi, Lupakan perdagangan, kalau tidak mengenal tempat sendiri.” Lebih lanjut menyatakan “paradigma baru dalam pengembangan industri pariwisata, investor jalan jalan dulu, baru tentukan investasi, jadi investor dapat menentukan dengan tepat investasi apa yang dapat dikembangkan di daerah tersebut.”

Berkenaan dengan pengembangan pariwisata di kabupaten Pemalang, ada beberapa masukan yang positif dan berarti yaitu :
1. Ketika berbicara mengenai pariwisata, tentunya tidak terlepas dari inti produk pariwisata. Inti produk wisata tentunya destinasi wisata. Secara sederhana destinasi wisata adalah suatu tempat yang mempunyai keunggulan keunggulan wisata. Dalam lingkup yang paling kecil tentunya desa wisata di Kabupaten Pemalang.

Desa wisata sendiri merupakan suatu desa yang mempunyai produk wisata unggulan minimal 3 (tiga) misalnya wisata alam, budaya, religi, agrowisata dll.

Desa wisata akan maju apabila ada dukungan dari pihak terkait dan juga pemerintah terutama Camat untuk selalu mengdengungkan potensi wisata didaerahnya.

  1. Seminar yang berkaitan dengan wisata agar seyogyanya dilaksanakan di desa wisata yang sudah diinisiasi atau desa wisata potensial. Bukan seperti sekarang ini banyak dilaksanakan di hotel hotel.

Inti dari seminar wisata tentunya sadar wisata. Dimana suatu lingkungan yang kondusif, serta menyadarkan masyarakat akan potensi wisata di desanya. Oleh karena itu masyarakat harus merasakan keberadaan dari kegiatan wisata ini.

  1. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) perlu dikembangkan dan didukung keberadaannya. Pokdarwis harusnya tidak sekedar mendapatkan surat keputusan (SK) dari kepala desa melainkan juga dari Camat. Hal ini dikarenakan dalam suatu desa wisata tentunya ada desa penyangga desa wisata tersebut. Dengan adanya SK camat tentunya cakupan koordinasi nya akan lebih luas dan lebih baik dalam pengembangan desa wisata tersebut.

Disamping itu perlu koordinasi dengan dindikpora untuk pengenalan desa wisata bagi anak didik agar lebih paham tentang keberadaan desa wisata, disamping akan menggerakkan desa wisata itu sendiri dengan.adanya paket wisata yang terjual. (Red.HP/Sarwo Edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =