Masyarakat Pemalang Selatan Inginkan Bus AKAP Tetap Beroperasi

4
1622

Pemalang, Harian Pemalang – Menindaklanjuti adanya pemogokan mengangkut penumpang yang dilakukan oleh bus AKDP 3/4 (tiga per empat) selama tiga hari pada minggu kemarin. Sekitar 700 (tujuh ratus) orang dan mengerahkan 70 (tujuh puluh) mobil pribadi masyarakat dari Belik, Moga dan Randudongkal, Selasa (26/7) mendatangi DPRD kabupaten Pemalang untuk mengadakan unjuk rasa berkenaan dengan boikot bus 3/4 dan melarang beroperasinya bus AKAP.

Masyarakat pemalang yang mengatasnamakan Forum Pemalang Selatan yang didukung oleh elemen masyarakat Himpunan Anak Terminal Belik (Hunter), Forum Wong Tani Kidul, Forum Pemalang Selatan dan Lindu Aji Pemalang sebelum diterima oleh ketua DPRD, melakukan beberapa orasi di jalan depan gedung DPRD Pemalang. Perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh ketua DPRD Pemalang yang diwakili oleh wakil ketua DPRD Rois Faisal, ketua komisi B yang diwakili wakil ketua Fahmi Hakim, kepala Dinas Perhubungan, Kasatlantas polres pemalang dan SKPD terkait.

Dalam audiensi ini forum pemalang selatan yang diwakili oleh Andi Rustono menyampaikan aspirasi masyarakat bahwa boikot yang dilaksanakan pengusahaan, sopir dan crew bus 3/4 minggu kemarin tidak masuk akan dan dibuat buat. Karena hanya ada 2 unit bus AKAP yang beroperasi setiap harinya dan pada jam di atas pukul 20.00. Dan mempermasalahkan tentang lain jalan ya.bus 3/4, kenyamanan konsumen pemakai jasa angkutan, tarif yang tidak jelas, dan keselamatan penumpang.

Pada kesempatan ini, maka pengunjuk rasa, menyatakan sikap :
1. Pihak Dishub segera check ulang kelayakan/kelaikan bus AKDP (3/4)
2. Pihak Dishub segera kaji ulang dan tertibkan masalah tarif bus AKDP (3/4)
3. Pihak Dishub segera dukung dan fasilitasi adanya bus AKAP di Pemalang Selatan
4. Pihak Pemda Pemalang segera bentuk BUMD bidang transportasi
5. Pemanfaatan terminal Belik secara maksimal
6. Pihak Dishub dan Polres segera tertibkan terminal-terminal “gelap” di Pemalang
7. Pihak Polres segera ambil tindakan hukum terhadap travel-travel “gelap”

Pada dasarnya masyarakat Pemalang Selatan meminta agar bus AKAP yang selama ini sudah ada dapat terus melayani masyarakat. Menurut Ranto, kepala desa Belik menyampaikan “saat ini bus AKAP yang melayani masyarakat Pemalang bagian selatan bus Kramatjati, Setya Negara, Dewi Sri dan Laju Prima, akan tetapi karena adanya permasalahan yang ada maka bus Laju Prima mengundurkan diri.”

Tanggapan dari ketua DPRD dalam hal ini wakil ketua Rois Faisal, sangat mendukung, memback up, dan mendorong terselesaikannya permasalahan ini, asalkan kaidah kaidah hukum yang ada terpenuhi.

Dan Dishub kabupaten Pemalang menangani permasalahan ini berkesan sangat hati hati, karena beberapa hal bukanlah wewenang Dishub kabupaten Pemalang, misalnya dalam penentuan tarif AKDP dan pemberian ijin trayek.bus AKAP.

Akan tetapi Sultanto, tetap menanda tangani surat pernyataan bahwa Dishub kabupaten Pemalang akan memfasilitasi perijinan serta diperbolehkannya bus AKAP untuk melakukan aktivitas di terminal Belik dan Randudongkal, sambil mengurus ijin trayek yang dibutuhkan.

Setelah kesepakatan tercapai para pengunjuk rasa membubarkan diri.dengan tertib (Red.HP/sarwo edy)

4 KOMENTAR

  1. Iya tolong dong.. Karna tarif bis tuyul (3/4) lebih tepatnya nembak.jadi tergantung penumpangnya bisa nego ato tidak. Ky mudik lebaran kemaren tarif pml-rdd yg biasanya kisaran 12rb-15rb berubah jadi 30rb. KENAPA GAK RNTE RAMPOK SEKALIAN BOZ??
    Emang nya tiap orang mudik itu pasti dompetnya tebel??
    Tolonglah pemerintah ikut tertibkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × five =