Bupati Pemalang : Tetap Akan Kaji Gagasan Menteri Pendidikan

0
510

Pemalang, Harian Pemalang – Ada sebuah pameo “Ganti menteri ganti kebijakan” atau “ganti menteri ganti kurikulum”, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Menteri yang baru dilantik presiden Jokowi mengantikan Anies Baswedan mempunyai gagasan baru tentang pola pendidikan di sekolah. Muhajir berpendapat bahwa pendidikan dasar dan menengah masih keteteran menghadapi pesatnya kemajuan zaman. Akibatnya, sistem pendidikan belum sepenuhnya menghasilkan lulusan yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Untuk membenahi karakter generasi muda, ia menyarankan agar sekolah negeri maupun swasta mulai melirik sistem belajar full day school.

“Anak-anak muda zaman sekarang masih banyak yang bermental lembek dan tidak tahan banting,” katanya pada Ahad (7/8) di Malang.

Menurutnya diperlukan restorasi pendidikan terutama pada level SD dan SMP karena pada tahap itulah karakter anak bisa terbentuk. Full day school dipandang mampu menjadi salah satu solusi untuk membangun generasi penerus berkualitas. Full day school dapat membendung pengaruh-pengaruh buruk yang diterima anak saat orang tua sibuk bekerja dan tak sempat mengawasi. Selama satu hari di sekolah, banyak hal yang bisa dipelajari anak-anak untuk menambah wawasan mereka.

Anak yang bersekolah di full day school pun akan sampai di rumah bersamaan dengan waktu pulang kerja orang tuanya. “Kursus-kursus dan kajian agama bisa dilakukan di sekolah, anak lebih terpantau daripada ikut pengajian di luar nanti malah dapat ustadz dari kelompok ekstrem,” ujarnya mencontohkan.
Hal ini perlu dikaji ulang, apakah akan cocok di semua daerah di Indonesia. Menanggapi gagasan menteri pendidikan ini bupati pemalang sewaktu ditemui harian pemalang,  Senin (8/8) mengatakan, “Kami akan mengkaji dan mengevaluasi tentang gagasan tersebut. Karena kami tetap akan mengedapkan kearifan lokal yang ada di pemalang, tentang pola pendidikan yang sudah ada.” Lebih lanjut bupati mencontohkan “dulu ada kebijakan gubernur untuk sekolah lima hari, karena dirasa masih kurang pas untuk diterapkan di pemalang maka kami menerapkan sekolah masuk enam hari setiap minggunya.” (Red.HP/sarwo edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =