Tol Pemalang, Berkah Atau Musibah

0
504

Pemalang, Harian Pemalang – Suatu proyek ataupun kegiatan tentunya ada konsekuensi dampak yang ditimbulkannya, baik dampak positif maupun negatif. Tidak  menutup kemungkinan proyek nasional jalan tol yang melewati Pemalang.

Pusat Informasi dan Kajian Kebijakan Publik (Puskapik) Kabupaten Pemalang saat ini sedang melakukan kajian mengenai dampak Pembangunan Jalan Tol di Kabupaten Pemalang. Kajian ini dilakukan karena Pemalang merupakan wilayah yang dilewati jalan tol. Saat ini, proyek jalan tol Pemalang mulai tahap pengerjaan dan dengan pintu keluar (inter-change) di Gandulan.

Menurut Direktur Eksekutif Puskapik, Heru Kundhimiarso, ada dua kemungkinan atau peluang yang bisa didapatkan Kabupaten Pemalang terkait pembangunan jalan tol ini yaitu berkah atau musibah. Berkaitan dengan dampak terhadap pertanian, Puskapik katanya, akan mengkaji dampak-dampak yang akan ditimbulkan yaitu dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak lingkungan. “Keberadaan jalan tol Pemalang dapat menjadi berkah apabila pemerintah daerah dapat menangkap peluang yang ada. Sebaliknya jika pemerintah daerah gagal merespon keberadaan jalan tol akan menjadi musibah,” kata Kundhi, dalam keterangan persnya, Rabu (10/8) siang.

Sektor pertanian di Kabupaten Pemalang saat ini masih menjadi sektor unggulan. Kontribusi sektor pertanian termasuk tinggi, apalagi saat ini Kabupaten Pemalang merupakan daerah penghasil pangan yang cukup besar di Jawa Tengah.

Selain persoalan hasil pertanian, khususnya padi, dengan banyaknya lahan pertanian yang hilang akibat pembangunan jalan Tol akan berdampak pada petani yang tidak lagi memiliki lahan pertanian atau lahan pertaniannya berkurang. Dengan demikian dengan adanya jalan Tol akan memengaruhi kesempatan kerja di sektor pertanian.

“Dengan adanya proyek jalan tol, pastinya akan banyak lahan pertanian yang beralih fungsi. Dari situ akan kita kaji, sejauhmana dampaknya terhadap kebutuhan pangan di Kabupaten Pemalang. Apakah itu akan mempengaruhi ?” tanya dia.

Untuk itu, Kundhi meminta agar pemerintah daerah perlu mencarikan jalan keluar agar petani yang terkena dampak memperoleh kesempatan kerja di sektor lain. Peran pemerintah daerah untuk antisipasi alih profesi sangat diperlukan.

“Dalam jangka pendek, pasti akan ada pengangguran petani karena kehilangan lahan garapan. Ganti untung bagi petani yang lahannya dipergunakan sebagai jalan Tol perlu diikuti dengan pembinaan agar pemanfaatan dana dapat berdaya guna. Yang perlu dipikirkan juga adalah buruh tani. Mereka kehilangan mata pencaharian dan tidak memperoleh ganti rugi,” imbuhnya.

Ia mengatakan, hasil kajian yang dilakukan dengan melibatkan akademisi itu nantinya akan direalese secara terbuka. Harapannya, dari hasil kajian yang dilakukan Puskapik bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah agar secepatnya mencarikan solusi kebijakan agar proyek pembangunan jalan tol yang sedang dikerjakan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Pemalang. (Red.HP/joko longkeyang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + 11 =