Sabhawana Eksekutor Pengibaran Bendera Di Bukit Mendelem

0
512

Pemalang, Harian Pemalang – Bukit Jimat di Desa Mendelem, kecamatan Belik Pemalang, minggu (14/8) menjadi saksi bisu dari kerja keras, ketekatan hati, koordinasi dan kebanggaan sebagai pecinta alam, terutama para climber Organisasi Pecinta Alam (OPA) Sabhawana pada pengibaran bendera merah putih terbesar di Pemalang.

Menurut Budi Rahardjo, penggagas ide pengibaran bendera ini mengatakan “semangat proklamasi empat lima harus dimiliki oleh generasi muda, dan salah satu wadah yang ada adalah tantangan pengibaran bendera raksasa di bukit mendelem.” Gagasan ini tentu direspon baik oleh Organisasi Pecinta Alam (OPA) Sabhawana yang bermarkas di salah satu kios terminal Belik.

Budi menjelaskan, acara ini murni dari dukungan warga masyarakat belik mulai dari murid SD , SMP, SMA, Kelompok kesenian, Kades dan Camat. Untuk pengibaran bendera ini tuturnya, dana sumbangan KOPRI bukan dari APBD sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) dan diserahkan ke OPA Sabhawana untuk biaya membuat bendera sebesar Rp. 9.000.000 an (sembilan juta rupiah) dengan ukuran bendera 21 x 32 meter dengan berat sekitar 260 (dua ratus enam puluh) kg, Sedangkan sisanya untuk biaya operasional meliputi sewa tali, carabiner, harness dll.

Sedangkan menurut Eka Waluya, koordinator pelaksanaan pengibaran bendera ini mengatakan, “persiapan yang kami lakukan selama 10 (sepuluh) hari, meliputi penyimpanan bendera dan plotting jalur.” Sebelum pengibaran bendera hari ahad (14/8), tim Sabhawana telah menyiapkan segala macam keperluan dan meletakkan bendera pada posisi siap diturunkan (dikibarkan).

Teknik pengibaran bendera ini bukanlah dari bawah ke atas melainkan bendera digulung keatas dan akan dikabarkan dengan menurunkan gulungan tersebut sedikit demi sedikit. Lebih lanjut Eka menerangkan bahwa tim pengibaran bendera ini terdiri dari 9 orang. Ketika inpekstur upacara memberi aba aba hormat bendera maka tim akan menurunkan bendera pelan pelan mulai dari warna merah.

Dalam pelaksanaan pengibaran bendera ini memakan waktu kurang lebih sekitar 20 menit sampai semuanya terpasang dengan sempurna, pengibaran bendera ini selesai pukul 1 1. 05 wib. Menurut Eka, bendera akan terpasang sampai akhir bulan Agustus ini, kecuali ada hal hal yang tidak terduga. Bendera tersebut terbuat dari kain biasa sehingga tetap rentan hujan dan angin.

Adanya kegiatan ini, Eka berharap, “Agar pemerintah maupun pemangku kebijakan lebih mensupport kegiatan generasi muda. Banyak organisasi pemuda khususnya di Pemalang bagian selatan butuh bimbingan dari pemerintah untuk dapat merapatkan barisannya agar lebih berperan dalam pembangunan di Pemalang di semua bidang. ” (Red. HP /Sarwo Edy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 4 =