Yayasan Panglima Besar Soedirman Berperan Sangat Besar Dalam Panen Raya Desa Sirangkang

0
312

Pemalang, Harian Pemalang – Kesuksesan panen raya padi di Desa Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang dengan metode Tanam Padi Metode SRI (System of Rice Intensification) tidak lepas dari peran serta dari Yayasan Panglima Besar Soedirman, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang melalui BPP Petarukan dan Bapeda Kabupaten Pemalang, seperti yang diungkapkan oleh Hery Pamungkas Kepala Desa Sirangkang.

Mochammad Imran, Koordinator Yayasan Panglima Besar (Pangsar) Soedirman wilayah Eks- Karisidenan Pekalongan dihadapan para petani dan pemerintahan yang hadir di panen raya memaparkan, ” Keberhasilan panen raya di desa Sirangkang adalah keberhasilan bersama para petani dalam rangka meningkatkan ekonomi melalui hasil panen, serta meningkatkan ketahanan pangan secara nasional, sedangkan peran serta Yayasan Pangsar Soedirman adalah membantu petani meningkatkan hasil produksi melalui penyemprotan pupuk cair “Jenderalium” yang berfungsi sebagai decompozer, neutralizer, fertilizer, mempercepat fase pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi atau rendemen, menambah dan memeprtahankan unsur hara dalam tanah, mencegah penyakit akibat bakteri, virus dan jamur patogen dan dapat diaplikasikan pada musim kemarau.”

Lebih jauh Imron mengatakan misi dari Yayasan Pangsar Soedirman adalah menjadikan tanah Indonesia menjadi tanah yang subur seperti sedia kala, dan berharap melalui produk Jenderalium tidak hanya menyehatkan tanah dan menyehatkan tanaman, tapi juga menyehatkan kita yang memakannya. “Dan kepada Koordinator PPL kecamatan Petarukan Bapak Purwanto dari BBP Pertarukan yayasan Pangser Soedirman mengucapkan terima kasih kerena telah membimbing petani sesuai SOP, tanpa bimbingan PPL sehebat apapun pupuk semprot jenderealium tidak akan berhasil secara maksimal dalam menghasilkan padi dan alhamdulillah dari hasil ubinan sekarang menghasilkan padi 9.36 ton/ha adalah hasil panen melampuan standart,” pungkasnya.

Terkait dengan keberhasilan panen raya tersebut Koordinator PPL Kecamatan Petarukan, Purwanto mengatakan, “PPL Petarukan bertugas dalam pembinaan masalah teknologinya mulai dari persiapan awal sampai panen, sedangkan metode SRI yang dikembangkan melalui BBWS di kecamatan Petarukam ada desa Sirangkang dan Desa Kendal doyong, yang menjadi kendala terhadap metode SRI perlu perlakuan khusus dari petaninya dari masa persemain sampai tanaman berumur satu bulan, setelah itu aman seperti sistim tanam biasa dan hasil produksi dari metode SRI itu lebih bagus dan PPL mengajurkan kepada petani agar terus menggunakan sistem tanam metode SRI”.(Red. HP /Joko Longkeyang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + four =