Bupati Pemalang Akan Segera Evaluasi Pilkades E- Voting

0
475
Bupati Pemalang H. Junaedi bersama Direktur pusat teknologi informasi BPPT Dr. Michael Purwo Adi

Pemalang, Harian Pemalang – Pemilihan kepala desa dengan mengggunakan metode e-voting yang dilaksanakan di 11 Desa di Kabupaten Pemalang pada Minggu, (25/9) sudah selesai dengan menyisakan beberapa pekerjaan rumah, termasuk diantaranya adalah kendala teknis pada penggunaan komputer.

Ketika ditemui saatmemantau pelaksanaan pilkades di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Bupati Pemalang HM, Junaedi SH, MM. mengatakan, “Pilkades dengan menggunakan E-Voting itu merupakan barang baru dan biasanya kalau barang baru ada kendala dalam pelaksanaannya. Setelah selesai kegiatan iniakan kami adakan evalauasi secara menyeluruh untuk segera dilakukan pemembenahan.”

Bupati juga menyampaikan pembenahan ini akan dilakukan secara menyeluruh, baik regulasi maupun teknisnya. Saat ini, masalah teknis dikerjakan oleh BPPT. Perlunya sinergitas antara regulasi dan teknis sehingga akan meminimalisir lambatnya proses pilkada E-voting.

Sedangkan mengenai regulasi pemilihan yang nenggunakan sistim dukuh sebagai acuan jalur masuk dan alat E- Voting yang dipersiapkan. Bupati menyampaikan, hal tersebut diatur undang – undang dan ada peraturan bupati nya. Sedangkan pelaksanaan di desa mutlak menjadi kewenangan panitia desa, namun dari segi regulasi pemkab sudah memberikan arahan-arahan termasuk jika terjadi kelambanan seperti di Desa Banjar Anyar ini. Ketika waktu penutupan pada 15. 00 wib pemilih belum mencapai Qourum yaitu 50%+1 maka dilakukan perpanjangan waktu 1×60 menit dan panitia akan mengumumkan agar warga yang belum melaksanakan hak pilihnya segera memasuki area pilkades, kemudian ketika sampai jam 16.00 akan menutup pintu pendaftaran. Apabila sampai perpanjangan waktu dan setelah dilakukan penghitungan pemilih tidak mencapai qourum, maka akan dilakukan pemilihan ulang sperti yang terjadi di Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring.

Senada denga Bupati Pemalang, Direktur pusat teknologi informasi BPPT Dr. Michael Purwo Adi menyampaikan, “pilkades dengan menggunakan E-Voting dan E-verifikasi baru di Kabupaten Pemalang, ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Adapun salah satu penyebab terjadi kelambanan adalah adanya permasalahan disistem untuk pengambilan suara yaitu di plat card tidak mengaktifkan komputer yang ada dan ini baru pertama kali kami temui setelah melakukan uji coba lebih dari 400x E-voting.” Doktor dari BPPT yang sengaja datang ke Pemalang untuk melihat jalannya pilkades.

Sementara itu salah seorang panitia pelaksana ketika dikonfirmasi mengungkapkan, “Antara komputer yang satu dengan yang lain kecepatannya untuk e-voting agak berbeda, yang satu sudah bisa untuk menyelesaikan 1000 suara pemilih yang lainnya baru bisa menyelasaikan 500 suara pemilih sehingga mengalami keterlambatan.” .(Red HP /Joko Longkeyang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − three =