Kodim 0711/Pemalang Tangkal Radikalisme Dan Terorisme Dengan Penyuluhan Ke Masyarakat

0
86
Kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II TA 2016 non fisik, penyuluhan bahaya Terorisme

Pemalang, Harian Pemalang – TMMD Sengkuyung tahap II TA. 2016 di wilayah Kodim 0711/Pemalang selain melaksanakan kegiatan fisik juga non fisik. Salah satu kegiatan non fisik adalah penyuluhan Radikalisme dan terorisme, dengan narasumber Danramil 13/Pulosari Kodim 0711/Pemalang Kapten Inf Teguh Wibowo, Senin (26/09) di Balai Desa Sima Kecamatan Moga.

Danramil 13/Pulosari Kodim 0711/Pemalang Kapten Inf Teguh Wibowo menyampaikan akan bahaya radikalisme terhadap kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita semua menyadari bahwa Negara Indonesia terbentuk dari berbagai suku dan agama. Hal itu merupakan potensi jika dikelola dengan baik, namun jika itu salah dalam pengelolaannya akan menimbulkan permasalahan yang bisa menghacurkan Negara ini. para pahlawan sudah berjuang dengan mengorbankan seluruh jiwa dan raganya membangun Negara ini. Mereka berjuang tanpa pamrih, kita saat ini tinggal meneruskan melalui membangun negara ini berdasarkan Pancasila. Apabila ada yang ingin merubah Pancasila dengan ideologi lain, itu tidak boleh terjadi dan harus kita lawan bersama-sama.” tegas Teguh.

Membela Negara ini bukan tanggung jawab TNI saja, akan tetapi semua warga Negara. Bahaya radikalisme dan terorisme saat ini sangat mengkhawatirkan, karena mengorbankan dirinya untuk menghancurkan dan mengancam jiwa banyak orang. Bagi para terorisme dan radikalisme hal ini dianggap sebagai resiko dari jihad, tetapi harusnya mereka berpikir kembali berapa banyak nyawa yang tidak bersalah melayang. Justru mereka akan mendapat dosa lebih banyak dibanding pahala yang didapat serta cara ini tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 13/Pulosari Kodim 0711/Pemalang Kapten Inf Teguh Wibowo meminta masyarakat untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI dan perkaya wawasan keagamaan. Selain itu juga tetap waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekrutmen teroris baik dilingkungan masyarakat maupun dunia maya. Kemudian jadikan keluarga sebagai tempat konsultasi dan diskusi setiap gejala yang mencurigakan. Terakhir, laporkan setiap gejala mencurigakan kepada aparat baik TNI/Polri. (Red HP /Sarwo Edy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × one =