Tingkatkan Kesejahteraan Petani Nanas, Bung Ramson Datangkan Tim Ahli BPPT

0
159

Pemalang, Harian Pemalang – 100 (seratus) an petani nanas dari berbagai desa di Kecamatan Belik mengikuti pelatihan pembibitan dan pengolahan limbah nanas menjadi pupuk organik, di Balai Desa Belik, Sabtu (24/9)

Kegiatan tersebut di prakarsai oleh Ramson Siagian, MBA (yang akrab dipanggil Bung Ramson). Dalam sambutannya Bung Ramson menyampaikan, “Sebagai wakil rakyat saya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusi yaitu memperjuangkan rakyat untuk mencapai kesejahteraan, salah satunya terhadap warga petani nanas di wilayah Kecamatan Belik. Oleh karena itu kami undang tim ahli BPPT untuk dapat membantu mengupayakan peningkatan produktivitas melalui pelatihan pembibitan dan pengolahan limbah menjadi pupuk organik. ”

Lebih lanjut Bung Ramson mengatakan, didatangkannya tenaga ahli dari BPPT adalah suatu rangkaian agar bisa meningkat produktivitas dan kesejahteraan para petani nanas. Pelatihan dan pengolahan limbah nanas menjadi pupuk organik ini sangat bermanfaat, diharapkan para petani dapat meningkatkan produktivitasnya. “Ini akan sangat memberikan kontribusi bagi kepentingan nasional dalam hal mensejahterakan masyarakat,” kata Ramson.

Sementara itu, deputi kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Prof. Dr.Eng, Eniya Listiami Dewi, B.Eng, M.Eng yang didampingi Kepala Balai Teknologi BPPT – Dr. Yenni Bakhtiar, M.AgSc. menyampaikan, “Kerjasama antara Bung Ramson Anggota DPR-RI dengan rakyat sangat bagus, hal itu untuk menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas menuju kesejahteraan petani nanas. BPPT siap untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang nanas kepada rakyat.”

Pemberian sertifikat peserta  pelatihan kepada  para petani nanas
Pemberian sertifikat peserta pelatihan kepada para petani nanas

Menurut Eniya tujuan pelatihan ini adalah agar masyarakat petani nanas dapat meningkatkan produktivitasnya dan pelatihan yang diajarkan bermaksud agar para petani bisa membibitkan nanasnya sendiri sehingga nanas asli dari Belik bisa dipertahankan, dengan demikian mereka tidak usah beli bibit dari luar. Pengembangan dengan sistem Ex Vitro yaitu  suatu teknik pengembangan bibit dengan mengambil tunas induknya yang hasilnya persis sama dengan indukannya. “Nantinya hasil teknologi Ex Vitro sama persis dengan induknya, karena Teknologi pembibitan Ex Vitro merupakan modifikasi dari sistem In Vitro, jika Invitro hanya bisa dilakukan di ruang laboratorium dengan kondisi ruangan steril dan biaya yang cukup mahal, namun dengan sistem Ex Vitro bisa dilakukan di luar dan biayanya bisa terjangkau dan itu bisa dilakukan oleh para petani nanas di Belik. Oleh karena itu BPPT ingin agar petani nanas di Kecamatan Belik menjaga jenis nanas madu yang sudah unggul ini.
Dengan cara pembibitan yang kami ajarkan dan teknologi yang sudah ada diharapkan dapat mengembangkan nanas yang asli, serta tidak usah memberikan tambahan pupuk lagi, sehingga dapat mengurangi subsisi pupuk dan pengeluaran biaya petani.” terangnya

Pelatihan dan pengolahan limbah nanas menjadi pupuk organik juga dihadiri oleh Beberapa Kepala Desa Wilayah Kecamatan Belik, Dinas Koperasi Perindustrian UKM dan Perdagangan(Diskoperindag UKM) Kabupaten Pemalang, pejabat Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Pemalang.(Red HP /Joko Longkeyang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + 19 =