Tempat Tinggal Janda Umur 95 Tahun Direhab Relawan Peduli Kemanusiaan Jawa Tengah

0
118

Pemalang, Harian Pemalang – Relawan Peduli Kemanusiaan Jawa Tengah merupakan suatu komunitas masyarakat dari berbagai latar belakang sosial ekonomi yang peduli terhadap kekurangan, keterbatasan dan kemiskinan masyarakat sekitar. Komunitas mendapatkan dana untuk membangun ataupun membantu sesama dari donasi sukarela anggota maupun masyarakat umum. Donasi yang dimaksud bukan hanya sekedar uang melainkan dapat berupa barang maupun tenaga.

Sampai saat ini relawan peduli kemanusiaan Jawa Tengah sudah melakukan bedah rumah sebanyak 8 rumah yang tersebar diberbagai desa di Kabupaten Pemalang.

Disela sela program yang sudah direncanakan, tim relawan peduli kemanusiaan Jawa Tengah menerima informasi bahwa ada seorang janda tua renta warga Desa Iser dusun Rowo panggang Rt 01 Rw 03 bernama Rasminah (95 tahun) yang tinggal di gubug reot dengan dinding bambu (bahasa jawa : gedek/gribig), dengan alas tidur juga ala kadarnya.

Mendapat informasi tersebut ketua Tim relawan peduli kemanusiaan Jawa Tengah Tarto Budi Harso langsung mengecek lokasi. Dan berjanji untuk segera memperbaiki gubug tersebut.

Sebenarnya Rasminah masih mempunyai sanak saudara dan masih mempunyai anak yang selama ini merawat dan memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun juga sederhana, akan tetapi dengan alasan tertentu Rasminah memilih tinggal sendirian dihubungi reot tersebut.

Tarto langsung menghubungi relawan lainnya untuk mengumpulkan donasi baik berupa uang, bahan bangunan, bahan makanan maupun tenaga kerja. Akhir, Sabtu (19/11) mulai pukul 10 :00 WIB tim bedah rumah sudah mulai mengerjakan perbaikan gubug tersebut.

Menurut Tarto, Kalo bukan kita siapa lagi? Tak jenuh dan tak lelah kami Relawan Peduli Kemanusiaan Jateng selalu menyuarakan kepedulian dan gotong royong. Hal ini bertujuan agar masyarkat sadar akan kewajiban kita sebagai warga negara yang turut andil dalam kemajuan yang dilakukan pemerintah. Kami berupaya dan mengajak kepada elemen masyarakat dan pemerintah untuk sinergi melakukan kegiatan kemanusiaan. Harapannya agar di tahun tahun mendatang budaya gotong royong ini berjalan kembali untuk mencapai keadilan dan kemakmuran bersama. Kegiatan – kegiatan yang sudah kami lakukan, ajakan untuk peduli mulai direspon banyak Komunitas dan para donatur. Hal ini membuktikan bahwa kemauan untuk bergotong royong masyarakat tinggi.

Lebih lanjut Tarto mengatakan bahwa gubug tempat tinggal nenek Rasminah ini sudah kami rehab dan layak untuk dihuni. Saat ini dia membutuhkan perawatan dokter agar luka luka di tangan maupun yang lainnya bisa ditangani.(Red HP)

Penulis : Sarwo Edy
Editor : Reni Dewi Widyaningrum

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 2 =