Selama Operasi Zebra Candi 2016 Polres Pemalang Tindak  4.658 Pelanggaran

0
204

Pemalang, Harian Pemalang – Operasi Zebra Candi 2016, berakhir pada 29 November 2016. Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda , S.H., S.I.K., mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan Operasi Kepolisian Terpusat “ Zebra Candi – 2016 “selama 14 hari (tanggal 16 sampai dengan 29 November 2016) di wilayah hukum Polres Pemalang, Satuan Tugas yang tergabung didalamnya telah menindak pelanggar lalu lintas sebanyak 4.658 pelanggaran dan menangani / menyidik kecelakaan lalu lintas sebanyak 18 kejadian dengan korban meninggal dunia nihil, luka berat nihil, luka ringan 28 orang serta kerugian material sebesarRp 6.400.000,-.

Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama Ops Zebra Candi – 2016 mengalami penurunan baik kwalitas maupun kwantitasnya di banding 14 hari sebelum dilaksanakanya Ops Zebra Candi yaitu sebanyak 25 kejadian laka lantas dengan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat sebanyak 1 orang, luka ringan sebanyak 47 orang dan kerugian material sebesar Rp 11.350.000,-, dengan demikian laka lantas turun 28 %, korban meninggal dunia dan luka berat turun100 %,luka ringan turun40 %dan kerugian material turun43,6 %.

Turunnya angka kejadian kecelakaan lalu lintas selama Ops Zebra Candi – 2016 diatas, disamping karena di tindaknya para pelanggar sesuai dengan aturan yang berlaku, juga disebabkan karena lebih digiatkannya dikmas lantas Program Nasional Keamanan dan Keselamatan Lantas serta upaya penyuluhan lantas lainya.

Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas selama Ops Zebra – 2016 yang terjaringsebanyak 4.658 pelanggaran, sedangkan jumlah pelanggaran selama 14 hari sebelum Operasi Zebra Candi – 2016 yang berhasil ditindak sebanyak 3.071pelanggaran. Dengan demikian jumlah pelanggaran selama Operasi Zebra – 2016 mengalami peningkatan sebesar 51,6 % dibanding 14 sebelum operasi.

Adapun faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas adalah sebagai berikut : Kecelakaan didominasi oleh sepeda motor yang dikemudian oleh karyawan / swasta dengan usiavantara 16 – 20 tahun dan lokasi TKP di daerah pemukiman penduduk, sedangkan factor penyebab pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor tidak mengenakan helm / helm tidakvberstandar SNI dan pengemudi kendaraan umum / penumpang tidak memakai sabuk keselamatan, profesi pelaku karyawan / swasta berusia antara 17 – 20 tahun dan pelanggar didominasi pemilik SIM C.

Dihimbau kepada seluruh pengguna jalan, agar lebih berhati – hatidan berperilaku tertib dalam berlalu lintas, jadilah pelopor dalam berlalulintas, budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, untuk menuju Indonesia tertib, bersatu keselamatan nomor satu, tambah Kingkin kepada awak media. (Red HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor : Sarwo Edy

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 4 =