Festival Kali Loji Pekalongan Dibuka Menteri Siti Nurbaya Dengan Kentongan

0
341
Menteri Siti Nurbaya membuka festival kali Loji dengan membunyikan kentongan

Pekalongan , Harian Pemalang – Kali Loji atau sungai Loji merupakan salah satu sungai yang membentang membelah kota Pekalongan. Dahulunya merupakan salah satu sungai yang mempunyai tingkat pencemaran baik yang tinggi. Kondisi tersebut menggerakkan masyarakat yang bergabung dalam Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) untuk menyelamatkan kali Loji dari pencemaran.

KPKL sangatlah perduli terhadap kondisi kali Loji ini, kepedulian terhadap pencemaran di kali Loji sangat tinggi dari tahun ke tahun tak pernah surut, hingga akhirnya perjuangan ini perlu diwujudkan dalam bentuk Festival yang diberi Nama Festival Kali Loji. Titik Nurani ketua KPKL menyampaikan ucapan terimah kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta staf, Walikota Pekalongan dan jajarannya, BPBN, Relawan penggiat sungai dari Jabar, Jakarta, Jateng dan Jatim yang menghadiri kegiatan ini. “Keprihatinan kami terkait dengan hal ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan juga pemerintah daerah maupun pusat, bahwa permasalahan yang ada di Pekalongan sudah sangat memprihatinkan, limbah yang terbuang ke sungai harus kita cegah agar bisa menjadi sumber penghidupan bagi generasi penerus.” ungkap Titik dalam sambutannya. Lewat kesempatan baik ini Titik juga mengajak masyarakat untuk jaga dan dirawat sungai agar dapat menjadi tempat bermain ataupun wisata serta juga sebagai sumber kehidupan.

Sementara itu walikota Pekalongan Arslan Juned mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajarannya dan semua instansi yang hadir baik dari provinsi maupun pusat. Memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya buat komunitas yang ada di Pekalongan dan juga semua Relawan penggiat sosial yang hadir. Kota Pekalongan merupakan daerah penghasil batik yang sudah terkenal sampai manca negara dan masyarakat rata rata sebagai pengrajin dan pengusaha batik, namun sayang nya membuang limbahnya ke sungai.

Lebih lanjut walikota Pekalongan menyampaikan bahwa bahwa kali Loji merupakan salah satu sungai yang bersejarah dari jaman penjajahan yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu di butuhkan kerja sama yang baik dari berbagai pihak agar pencemaran yang ada dapat ini diatasi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr.Ir Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada para Relawan penggiat sungai. Dalan pidato nya menyampaikan, salah satu contoh panggung tempat saya berdiri terbuat dari bambu dengan simpul yang erat, sekalipun kena gempa tak akan membuat panggung ini roboh, salah satu eratnya bahwa sungai sangat membutuhkan tanaman, tanaman itu adalah tanaman bambu disamping tanaman lainnya. Tadi sudah disampaikan oleh pak walikota bahwa sungai kali Loji tercemari oleh limbah, artinya bahwa sungai harus ada tempat luang dan tempat air diam, jika hal ini tidak diwujudkan maka yang terjadi adalah banjir dan air tidak bisa mengalir. Ada 75% sungai yang ada di Indonesia masih tercemar, oleh karena itu tampa ada rasa kepedulian maka sungai tidak akan bisa menjadi sumber penghasilan dan penghidupan. Diucapkan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada semua Relawan yang masih terus eksis membantu pemerintah dan menyadarkan masyarakat terkait hal ini, tutur tutur Menteri LH dan Kehutanan.

Menteri Siti Nurbaya selanjutnya pembukaan Festival kali Loji diiringi kentongan bambu diikuti jajaran walikota Pekalongan dan juga disambut iringan group Bambu Berisik (BABE),

Mentri Siti Nurbaya memberikan dukungan dan mengintruksikan kepada dirjennya untuk membantu yang dibutuhkan oleh penggiat sosial kali Loji ini (Red.HP)

Penulis : kontributor Tarto Budi Harsono
Editor : Sarwo Edy

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 5 =