Perlunya Customer Satisfaction Excellent Bagi Pelaku Usaha Jasa Wisata Di Pemalang

0
144
Suasana bimbingan teknis bagi pelaku usaha jasa wisata di Pemalang

Pemalang, Harian Pemalang – Bimbingan teknis bagi pengelola dan penggiat usaha pariwisata di Pemalang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten pemalang, di hotel Kencana, Pemalang, Selasa (13/12 /2016).

Acara yang dibuka oleh kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang, Drs. Sapardi yang diwakili oleh kepala bidang Pengembangan produk Pariwisata Ario Ardhie Hagono.

Bimtek ini mengundang sebanyak 70 pelaku jasa usaha pariwisata yang ada di Pemalang antara lain biro perjalanan, hotel, rumah makan, hiburan malam, kelompok sadar wisata, dan obyek wisata yang ada di Pemalang.

“Bimtek ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku usaha pariwisata di Pemalang.” jelas Ario. Lebih lanjut Ario menjelaskan manfaat dan arah bimtek ini agar pelaku usaha pariwisata mempunyai sertifikasi usaha dan profesi bagi pelaku usaha pariwisata.

Menampilkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, Imam Sudrajat, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro merupakan praktisi/pelaku usaha yang berhasil mengelola obyek wisata Zatobay menjadi salah satu icon wisata di Pemalang. Narasumber kedua adalah Eko Suseno Hendro Riyadi Matrutty merupakan dosen UKSW Salatiga yang juga merupakan salah satu konsultan handal dibidang pariwisata. Terakhir Suzanna Ratih Sari merupakan akademisi dari Universitas Diponegoro Semarang.

Membawakan makalah Destinasi Desa Wisata Berbasis Kompetensi Pokdarwis di Kabupaten Pemalang. Secara garis besar Imam Sudrajat memaparkan arti, tujuan, bentuk dan dasar dasar kepariwisataan bagi pelaku jasa usaha wisata di Pemalang.

Disamping itu, Imam Sudrajat memaparkan keberhasilannya membawa Zatobay menjadi obyek wisata buatan yang digemari masyarakat Pemalang bahkan menjadi salah satu icon pariwisata di Pemalang.

Beberapa kiat dalam pengelolaan Zatobay sampai menjadi seperti sekarang ini antara lain ada Pengawasan melekat dari setiap atasan di semua level yang ada. Meyakinkan karyawan untuk bekerja karena etos kerja oleh karena itu dilandasi dengan berdoa, rasa syukur, nilai nilai karakter yang baik dan ditegaskan bahwa bekerja karena ibadah. Dibekalinya ilmu dasar kepariwisataan bagi semua komponen yang mendukung jasa usaha pariwisata tersebut. Perlu adanya prinsip kerja sama dan kebersamaan. Serta evaluasi yang berkelanjutan dari semua kegiatan yang ada. Serta tidak kalah pentingnya adanya rewards bagi karyawan yang berprestasi.

Pada sesi selanjutnya Eko memaparkan pentingnya Customer satisfaction excellent dimana dalam jasa usaha pariwisata semua
Stakeholders yang harus bisa “tersenyum” artinya semua nya mendapatkan keuntungan baik
Pemilik, karyawan dan pelanggan jasa usaha wisata tersebut.

“Pemilik harus memberi Total human reward kepada karyawan, harus mampu nguwongke dan nguangke, sehingga akan terbentuk Sanse of bellowing dari karyawan” jelas Eko. Lebih lanjut Eko menerangkan hal ini merupakan Embryo Customer satisfaction excellent dimana karyawan akan memberi total layanan ke pelanggan.

Pada pembicara terakhir arsitek dari Undip mengatakan perlunya sertifikasi profesi di bidang pariwisata. Hal ini untuk menilai kompetensi para pelaku usaha jasa wisata apakah kredibel atau belum dalam menjalankan ataupun sebagai bagian dari jasa usaha wisata tersebut. (Red.HP)

Penulis : Sarwo Edy
Editor : Reni Dewi Widyaningrum

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × four =