Buku Komik Dapat Tingkatkan Pemahaman Belajar Siswa

0
109
Suasana lomba karya tulis ilmiah hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digelar di SMK Negeri 7 Kota Semarang, Jumat (16/12/2016).

Semarang, Harian Pemalang – Komik Sepekan yang ditulis dan diteliti Dian Marta Wijayanti guru SD Negeri Sampangan 1 UPTD Gajahmungkur, Kota Semarang berhasil lolos final tingkat Kota Semarang yang digelar Jumat (16/12/2016) di SMK Negeri 7 Kota Semarang.

“Hasil penelitian yang disajikan peneliti merupakan hasil tes dan nontes yang berasal dari prasiklus, hasil siklus I dan hasil siklus II. Hasil prasiklus merupakan hasil pembelajaran IPS siswa sebelum menggunakan bahan ajar dialogis Komik SEPEKAN berbantuan powerpoint. Sedangkan hasil siklus I dan siklus II merupakan hasil pembelajaran IPS siswa sebelum menggunakan bahan ajar Komik SEPEKAN berbantuan powerpoint,” beber dia saat menjelaskan di depan dewan juri Lomba PTK Tingkat Kota Semarang tahun 2016 tersebut.

Berdasarkan temuan dari kegiatan prasiklus, lanjut dia, diperoleh permasalahan bahwa pembelajaran IPS di kelas 5B SDN Sampangan 01 pada materi perjuangan setelah kemerdekaan terdapat 16 dari 25 siswa (64%) tidak tuntas KKM. Kondisi tersebut memerlukan tindakan perbaikan dalam bentuk classroomaction research atau penelitian tindakan kelas.

“Identifikasi IPS di kelas VB SDN Sampangan 01, yaitu: (1) Siswa sering tidak memperhatikan penjelasan dari guru; (2) siswa terlihat bingung ketika diminta menyusun karangan dalam bentuk narasi; (3) guru kurang optimal dalam menggunakan model pembelajaran inovatif; (4) guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa; (5) KBM tidak menarik perhatian siswa; (6) referensi untuk pembelajaran IPS kurang lengkap. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa masih belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal sebesar 80%,” ujar mantan guru SD Labschool Unnes tersebut.

Sebelum final, ratusan guru dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK diseleksi di tingkat UPTD Kecamatan masing-masing di 16 Kecamatan di Kota Semarang. Akan tetapi, hanya 12 guru yang berhasil lolos masuk final yang digelar hari ini, Jumat (16/12/2016).

Finalis yang terdiri atas 12 guru berprestasi itu meliputi Nunik Supriyati MPd guru TK Sendangmulyo, Manek Intan P guru SD Wonotingal, Darsino SPd MPd guru SDN Gebangsari 2, Tri Sugiyono SPd guru SDN Sarirejo, Haidy Hermawan SPd guru SDN Bandarharjo 2, Fitrianita Utami SPd guru SDN Pleburan 4, Galih Suci Pratama SPd guru Wonosari 3, Amalia Hasna Karim SPd guru SD Ummul Quro Gungunpati, Dian Marta Wijayanti SPd guru SDN Sampangan 1, Dr. Panca Dewi Purwati MPd guru SMP Negeri 33, Dra. Indriyanti MPd guru SMP Negeri 19 dan Drs. Bavo Manon Nugroho MPd guru SMP Negeri 7 Semarang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Dian Marta Wijayanti, ada beberapa simpulan dan temuan yang ia sampaikan. “Pertama, aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan mengalami peningkatan dengan skor 2,88 pada siklus 1 (kategori baik) menjadi 3,04 pada siklus II (kategori sangat baik). Kedua, keterampilan guru dalam pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan mengalami peningkatan dengan skor 22 pada siklus 1 (kategori baik) menjadi 24 pada siklus II (kategori baik). Ketiga, hasil belajar siswa Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan mengalami peningkatan dengan skor 71,4 pada siklus 1 (kategori baik) menjadi 78,6 pada siklus II (kategori baik),” jelas lulusan terbaik PGSD Unnes tahun 2013 tersebut.

Ia pun memberikan saran, agar ke depan para guru dan sekolah bisa maksimal ketika meneliti tentang komik. “Guru dapat menggunakan Komik SEPEKAN berbantuan powerpoint dalam pembelajaran IPS di kelas V, guru memotivasi siswa dengan menggunakan bahan ajar dan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran,” beber penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner tersebut.

Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, lanjut dia, sehingga dapat mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Guru menggunakan Komik SEPEKANuntuk mengaktifkan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang membimbing dan menuntun,” beber Direktur SMARTA School tersebut.

Sementara untuk bagi sekolah, ada beberapa saran yang ia sampaikan. “Sekolah memperhatikan kualitas pendidikan dengan membiasakan menggunakan metode dan media pembelajaran inovatif, sekolah menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan sekolah memfasilitasi sarana prasarana yang dibutuhkan selama proses pembelajaran,” tandas alumnus SMA 1 Blora tersebut.

Sampai berita ini ditulis, panitia Lomba PTK Tingkat Kota Semarang yang digela Dinas Pendidikan Kota Semarang belum mengumumkan hasil akhir dari lomba tersebut. Rencananya, hasil lomba akan dimumkan melalui laman resmi Dinas Pendidikan Kota Semarang. (Red.HP)

Penulis : Tim Jurnalis HJNetwork

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 7 =