Nyaris Kisruh, Sengketa Lapangan Sepakbola Berakhir Damai

0
368
Suasana tegang ketika rapat antara pemuda dan pihak pemerintah desa Ampelgading.

Pemalang, Harian Pemalang – Bertempat di Balai Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, tepatnya Jum’at (16/12/2016) puluhan pemuda Desa Ampelgading meminta kejelasan terkait dengan sawah yang sudah diserahkan oleh pihak pemerintahan desa ke pemuda, dengan peruntukan lapangan sepakbola bebarapa tahun silam tapi sampai sekarang belum diterima, bahkan mengenai dana sewa sawah tersebut pemuda tidak mengetahuinya sampai sekarang.

Tampak Kepala Desa Ampelgading Sri Budianto, Ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD) Totok Rinanto, dan Perangkat Desa Ampelgading lainnya duduk berhadapan dengan para pemuda, tokoh masyarakat Desa Ampelgading dengan raut muka tegang.

Mengawali musyawarah tersebut, Kepala Desa Ampelgading mengatakan sengketa tentang peruntukan tanah yang diserahkan kepada pemuda tetapi sampai sekarang belum dikelola untuk lapangan oleh pemuda, pemerintahan sekarang bertanggung jawab sepenuhnya. “Saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap sawah seluas 1 (satu) hektar yang konon diserahkan kepada pemuda, pertanggungjawaban ini semenjak saya menjadi kepala Desa Ampelgading sudah terkumpul uang sebanyak Rp 41 (empat puluh satu) juta hasil sewa sawah tersebut dan akan saya serahkan kepada ketua panitia pembuatan lapangan sepakbola desa Ampelgading,” tegas Sri Budianto.

Bak bola liar, pernyataan Kepala Desa Ampelgading langsung ditanggapi oleh Sasmito salah seorang pemuda, dikatakan olehnya, “penyerahan sawah seluas 1(satu) berlangsung ketika Kepala Desa Ampelgading Bapak Sudarno dan telah membuat nota kesepakatan dimulai tahun 2006 sawah 1(satu) ha dan berikut dana Rp 5.000.000 ( lima Juta) hasil sewa sawah tersebut diserahkan untuk pembuatan lapangan ketika itu ketua BPDnya saudara Teguh yang saat ini hadir. Oleh karena saya minta kepadanya agar memberikan keterangan terkait masalah lapangan.” ucap Sasmito.

Pancingan Sasmito, bak umpan bola matang langsung disambut oleh Teguh dengan lantang.
“Sekarang saya ketua Forum Komunikasi Masyarakat Desa (FKMD), memang benar pada saat Kepala Desa Ampelgading Bapak Sudarno, saya ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) kalau sekarang BPD (Badan Permusyawaratan Desa) menyaksikan langsung kepala desa waktu itu menyerahkan 1(satu) ha sawah kepada pemuda untuk dijadikan lapangan, tapi kelanjutannya tidak ada kabar lagi,” Jelasnya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, kami yang hadir sangat berterimakasih kepada Kepala desa Sri Budianto yang telah mengundang di Balai Desa ini, oleh karena itu yang pertama kita kejar adalah penyerahan sawah yang diperuntukan untuk lapangan sepakbola kepada pemuda dengan cara hitam diatas putih, selanjutnya membentuk kepanitiaan, kemudian penentuan budget jangan sampai salesai dari acara ini, muter-muter lagi.

Masih kata Teguh, 1(satu) ha tanah yang diserahkan ke pemuda tetapi disewakan kepada orang lain oleh kepala desa dengan nilai sekian rupiah, tidak ada laporan sampai sekarang. Dan tidak ketinggalan Kami mengucapkan terima kasih karena kepala desa pada hari ini bisa duduk bersama dan ada dana 41 (empat puluh satu) juta dari sewa tersebut untuk pemuda juga harus bisa mengawal jangan sampai dana tersebut hilang dan minta pada hari ini diserahlan ke pemuda agar bisa dikelola untuk pembuatan lapangan, dan yang perlu kita ketahui bersama sebetulnya di desa juga banyak dana yang bisa digunakan ke pembuatan lapangan.

Teguh juga meminta Pemerintahan Desa sekarang harus transparansi mengingat amanat UU Desa No: 6 pasal 26 (1) masyarakat berhak mempertanyakan pertanggung jawaban kepala desa. Oleh karena itu untuk kebaikan semuanya, tokoh masyarakat yang berkompeten di situ harus dipanggil, untuk menyelesaikan masalah ini apa lagi kepala desa sekarang meng- apresiasi keinginan pemuda sebagai dasar adalah Undang-Undang Desa tentang keterbukaan, karena keterbukaan akan menyelamatkan pemerintahan desa dan sebaliknya ketertutupan akan membuat celaka oleh karena itu berharap agar rt/rw agar dilibatkan terkait dengan pembangunan dan apabila mereka tidak proaktif serahkan saja ke masyarakat untuk kelanjutannya, berikutnya bila perlu dimazulkan dan kepala desa harus tegas agar perangkat desa kerjanya giat dan kepada pemuda masih banyak hal-hal yang harus kita ungkap dan masih ada rapat berikutnya untuk menikdaklajuti tentang pengadaan lapangan, bila perlu mendatangkan tenaga ahli untuk menganalisa berapa anggaran yang di butuhkan dan selanjutnya akan bertemu kembali kepada pemerintahan desa Ampelgading .

Terakit dengan pernyataan Teguh, ketua Badan Permusyawaran Desa (BPD) Ampelgading Totok Rinanto mengawal mengatakan,” BPD mengawal pembangunan sejak Kepala Desa Sri Budianto diantaranya adalah pengelolaan lapangan dan sampai sekarang ada dana lelang 41 juta serta pada hari ini akan dibuatkan berita acara penyerahan tanah satu ha kepada pemuda dan dibuatkan laporan pertenggung jawaban karena merupakan Pendapatan Asli Desa (PADes),”jelasnya

Setelah melalu perdebatan dan usulan diperoleh kesepakatan Pemerintahan Desa sekarang akan menyerahkan dana sewa tanah tersebut sebanyak Rp 41 juta akan menjembatani pemerintahan sebelumnya agar bisa bertemu dengan para pemuda Ampelgading guna bermusyawarah untuk menyelesaikan kewajiban kepala desa semenjak diserahkan kepada pemuda tahun 2016 agar ada perhitungan secara transparan, dan menyerahkan surat tanda bukti bermaterai terkait dengan sawah seluas 1 ( Satu) ha kepada Pemuda Ampelgading situasi menjadi reda, aman dan para pemudapun pulang dengan puas setelah semua keingannya terpenuhi. (Red.HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor : Sarwo Edy

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 2 =