Nazar, Anak Bojongbata, Pemalang Perkuat Barito Putera

11
7387
Tekad kuat Nazar Nurzaidin menjadi pemain bola profesional berbuah manis. Di Barito Putera sebagai bek kanan tak tergantikan sepeninggal Hansamu Yama Pranata yang sedang membela Timnas Indonesia.

Pemalang, Harian Pemalang – Pemain lawan yang beroperasi di sektor sayap kiri kerap kali sangat sulit menembus pertahanannya. Disamping itu saat melakukan penetrasi dengan kecepatan yang dimiliki Nazar Nurzaidin untuk membantu serangan yang dilancarkan Barito Putera pun kerap mengancam pertahanan tim lawan.

Tak hanya itu, dalam setiap eksekusi tendangan bebas, Nazar juga seringkali dipercaya sebagai algojo pemberi umpan tendangan bola mati.

Semua yang diraihnya saat ini, tentu tak lepas dari hasil kerja keras dan tekad kuat untuk meraih cita-cita sebagai pemain profesional sejak dari kecil.

Nazar Nurzaidin pria kelahiran kelurahan Bojongbata, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah tersebut sejak kecil sudah sangat menyukai permainan si kulit bundar.

Bersama teman-teman sebayanya bermain bola di tanah lapang tak berukuran atau di sawah kering di kampungnya.
Karena tekad yang sudah bulat untuk menjadi pemain bola profesional, di usia yang beranjak 12 tahun, Nazar mulai terpikir untuk mengasah bakatnya di Sekolah Sepakbola (SSB) Anak Didik dari Stadion Sirandu (Adidas) Pemalang. Hatinya pun semakin kuat kala teman-teman sepermainannya juga memilih untuk menimba ilmu di SSB Adidas tersebut.

Selama empat tahun menimba ilmu di SSB Adidas itu, saat Nazar selesai menempuh bangku pendidikan SMP, orang tuanya malah memberikan pilihan berat. Orang tua meminta Nazar untuk memilih melanjutkan sekolah ke jenjang SMA atau fokus menapaki karier sebagai pemain sepak bola.
“Dengan hati yang tak ragu saya pun memilih untuk berkarier sebagai pesepakbola. Namun, orang tua saya menganjurkan, jika benar-benar ingin menjadi pemain bola. Saya harus merantau ke daerah lain alias keluar dari Pemalang. Tetapi, bukan berarti orang tua saya mengusir dari rumah. Hanya saja, orang tua saya ingin saya memantapkan hati dan menguji mental di dunia luar,” tutur Nazar.

Akhirnya, setelah lulus sekolah SMP dengan restu orang tuanya, Nazar pun merantau ke Jakarta untuk bermain di PS Urakan. Ia diajak pelatih SSB Adidas Sobirin yang saat itu menjabat sebagai pelatih di PS Urakan, Jakarta.
Selama dua tahun bersama PS Urakan, bakat hebat Nazar mengolah si kulit bundar pun semakin terlihat. Perkembangan yang sangat signifikan ditunjukkannya saat bermain bersama PS Urakan.

Kala itu, ia sudah dilirik Persika Karawang untuk menjadi bagian tim Persika Karawang mengarungi pentas Piala Soeratin 2013.

Setelah membela Persika Karawang, Nazar pun terpanggil untuk kembali ke kampung halaman di Pemalang berlaga di Liga Nusantara (Linus) penghujung tahun 2013 hingga sukses menjadi juara.

Setelah kembali ke Pemalang, Nazar kembali merantau untuk bermain bersama Rajawali Muda yang mengikuti kompetisi trofeo di Malaysia. Sukses berseragam Rajawali Muda tak lepas dari andil besar mantan pelatih Barito Putera Mundari Karya yang saat itu menukangi Rajawali Muda.
Selepas itu, Nazar kembali diminta untuk bermain bersama tim Porprov Serang, Banten, pada tahun 2014. Lagi-lagi, bersama Porprov Serang, Nazar menjadi salah satu pemain yang sukses membawa tim Porprov Serang meraih juara satu.

Atas kepiawaiannya itu, Mundari Karya yang saat itu menangani tim Barito Putera U-21 pun memintanya untuk mengikuti seleksi terbuka yang dilakukan di Lapangan Yon Zikon, Jakarta.
Asa untuk menjadi pemain bola profesional pun semakin terbuka saat ia dinyatakan terpilih sebagai salah satu punggawa Barito Putera U-21.

Namun, sayang, harapannya itu harus pupus akibat terhentinya kompetisi sepakbola Indonesia akibat pembekuan PSSI.
Akan tetapi, tekad bulatnya untuk menjadi profesional pun tak membuat ia patah arang dan putus asa akibat ketidakjelasan kompetisi akibat pembekuan PSSI tersebut. Ia tetap bersabar dan yakin sepakbola Indonesia kembali akan bergulir seperti sebelumnya.

Saat di tengah ketidakjelasan kompetisi sepakbola Tanah Air karena pembekuan PSSI, Nazar Nurzaidin dapat kesempatan menjadi bagian tim Pra PON Kalsel.

Bersama tim Pra PON Kalsel ia ikut andil melaju lolos ke babak 8 besar PON XIX Jabar. Posisi sebagai center bek bertandem dengan Faizal Fahrie pun kerap tak tergantikan.

Begitu pula dengan gelaran kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) U-21, Nazar selalu jadi andalan untuk menjadi benteng pertahanan Barito Putera U-21.

Kesabarannya pun berbuah manis saat gelaran PON XIX Jabar berakhir, serta dicabutnya pembekuan PSSI, Nazar pun dianggap layak untuk dinaikkan level untuk bermain bersama tim Barito Putera senior. Meski sudah berstatus pemain Barito Putera senior, namun, Nazar harus sabar menunggu kesempatan yang diberikan tim pelatih Barito Putera.

Kesempatan yang ditunggunya pun akhirnya datang, posisi bek kanan yang semula diisi Hansamu Yama Pranata kosong karena eks Timnas U-19 itu masuk pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Piala Suzuki AFF Cup 2016.

Dalam debut perdana bersama tim Barito Putera senior, Nazar pun menunjukkan performa apiknya dan membawa Barito Putera unggul 1-0 atas Persela Lamongan.

Sejak saat itu, tim pelatih Barito Putera terus memberikan kepercayaan untuk mengisi slot bek kanan. Bahkan, selama 8 kali pertandingan yang sudah dilakoninya, ia tetap bermain konsisten dan sangat memberikan kontribusi besar untuk Laskar Antasari.

Di dua laga sisa yang akan dilakoni Barito Putera, Nazar pun bertekad untuk bisa bermain konsisten dan membawa Barito Putera keluar dari tiga urutan dasar klasemen sementara TSC 2016.

“Jika masih dipercayakan untuk bermain di dua laga sisa ini. Tentu saya akan bermain dengan semaksimal mungkin untuk membalas kepercayaan pelatih itu,” terang Nazar.

Kesuksesan yang diraihnya saat ini, tak lepas dari kerja keras dan tekad kuatnya yang termotivasi oleh pelatih SSB Adidas Sobirin.
“Saya sangat berterimakasih kepada coach Sobirin. Berkat dia dan dukungan orang tua, saya bisa mengecap manisnya hasil kerja keras dan cita-cita untuk menjadi pesepakbola professional,” tandasnya.
Mengingat gelaran TSC 2016 sebentar lagi akan berakhir, Nazar pun menegaskan untuk tetap berseragam Barito Putera pada kompetisi musim depan.

“Jika saya ditawarkan untuk memilih Barito Putera atau tim lain. Saya jelas akan memilih Barito Putera. Sebab, Barito Putera lah yang sudah berjasa hingga saya mampu tampil di tingkat profesional,” tukasnya.
Selain melambungkan namanya, kesan mendalam juga dirasakan Nazar. Menurutnya, Barito Putera merupakan tim yang sangat nyaman.

“Di Barito Putera, saya merasa antar pemain, manajemen, tim pelatih itu bagaikan keluarga sendiri,” katanya.
Bermain di Barito Putera, Nazar pun terus menggantungkan asanya untuk berseragam Timnas Indonesia.
“Semua pesepakbola memang sangat ingin berseragam Timnas Indonesia untuk membela negara. Nah, di Barito Putera lah saya ingin menapaki karier menuju cita-cita itu,” (Red.HP)

11 KOMENTAR

  1. “jika benar-benar ingin menjadi pemain bola. Saya harus merantau ke daerah lain alias keluar dari Pemalang”. Prestasi yang membanggakan tentunya melihat orang Pemalang yang Sukses menapaki kari dalam Sepak Bola. Mengapa saya memberikan tanda petik pada pernyataan tersebut ? Ya, Pemalang memang belum menjanjikan dalam banyak hal. Maka dari itu timbullah pernyataan yang mungkin oleh banyak orang tahu, mengapa mereka lebih suka merantau ke tempat lain. Ada istilah rumput tetangga memang lebih hijau !

  2. kalimantan, sulawesi, papua…. sangat kondusif untuk industri sepakbola….. bandingkan dg jawa tengah.. persijap, psis, persiku…. semangat diawal…. tapi keteteran finansial setelah menapaki kerasnya liga….. barito adalah pilihan bijak….
    sabar, tabah, semangat, rajin…. dan jangan diremehkan ” link “

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × two =