Joko Kusumo Dan Putri Melati Di Jasmin Fest, Kaliprau, Ulujami, Pemalang

0
451
Pantai Kaliprau, tempat berlangsungnya festival Melati 2016

Pemalang, Harian Pemalang – Setiap kali lewat Pantura terutama dari Pekalongan sampai Tegal akan terlihat dibeberapa lokasi aktivitas pengepul bunga melati. Selama ini terlihat transaksi bunga Melati lebih didominasi kabupaten Pekalongan dan kabupaten Tegal padahal produksi bunga melati terbesar Pantura, di Jawa Tengah bahkan se Indonesia berasal dari daerah kabupaten Pemalang, yang terpusat di kecamatan Ulujami terutama desa Kaliprau.

Berlatar belakang hal tersebut, kepala desa Kaliprau Casroni berinisiatif mengadakan festival Melati yang bertajuk Jasmin Fest yang akan di gelar pada 30 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini (terutama bunga melati), di mana kami merupakan produsen terbesar bunga melati akan tetapi brand penghasil bunga Melati dipegang oleh tetangga Kabupaten. Oleh karena itu dengan adanya Jasmin Fest ini kami mempromosikan diri agar lebih dikenal sebagai produsen melati terbesar dan berharap adanya kerjasama antara petani dengan dunia industri yang membutuhkan melati. ” jelas Casroni.

Lebih lanjut alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta ini mengungkapkan, ” Jasmin Fest  adalah Festival Wong Deso, Khususnya Wong Kaliprau, umumnya wong Pemalang dan sekitarnya. Dalam festival ini kami memberdayakan warga agar berperan aktif dalam menyuseskannya festival ini, dengan suksesnya acara ini diharapkan adanya follow up antara petani maupun dunia industri ataupun dunia usaha yang membutuhkan melati.”

Selain Melati, festival ini juga menampilkan budaya lokal dan kearifan lokal yang dimiliki oleh warga Kaliprau. Potensi desa Kaliprau selain Melati antara lain hutan mangrove, pantai dengan hamparan cemara, Tambak serta beberapa kearifan lokal lainnya.

Gelaran Festival ini akan menampilkan Joko kusumo dan putri Melati sebagai icon Festival. Dimana Joko Kusumo dan Putri Melati merupakan lambang semangat masyarakat Kaliprau untuk memberdayakan melati lebih baik. “Masyarakat di Kabupaten Pekalongan maupun Tegal yang bertani melati maupun pengusaha Melati, cikal bakal keturunannya dari Desa Kaliparu. Oleh karena itu adanya simbol Joko Kusumo dan putri Melati ini akan membangkitkan semangat masyarakat Kaliprau untuk mengenalkan Melati secara nasional” tutur suami Setyo Rini.

Disamping itu akan ada jalan sehat bersama Bupati Pemalang menyusuri mangrove yang ada di sekitar pantai Kaliprau. Parade band, lomba melukis, meronce Melati dan akan ditutup dengan pesta lampion di malam pergantian tahun. (Red.HP)

Terimakasih, foto oleh Casroni

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 5 =