Kaliprau Gelar Jasmine Festival, Old And New Year 2017

0
788
Bupati Pemalang H.Junaedi di festival Jasmine Kaliprau Pemalang

Pemalang,  Harian Pemalang  – Diperiode tahun 2016 kabupaten Pemalang melakukan promosi destinasi wisata secara besar-besaran, sehingga banyak gelaran festival yang bermunculan dihampir diseluruh desa Maupun kecamatan yang berada di Wilayah kabupaten Pemalang seperti festival wong gunung, festival sedekah laut, festival mangga, festival kali Comal, dan yang terakhir dipenghujung tahun 2016 adalah gelaran festival melati (Jasmin Festival) di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Jasmin Festival  desa Kaliprau digelar pada tanggal 30 Desember 2016 dan berakhir pada 1 Januari 2017 seperti yang katakan Adi Muryono ketua pengarah jasmin fest ketika diwawancarai pada Sabtu (31/12/2016) di lokasi festival , “Jasmine Festival  adalah pestanya rakyat, pestanya wong ndeso, dan disajikan secara alami, alakadarnya tapi panitia dan masyarakat bersatu padu mencoba untuk berbuat secara maksimal dan yang terbaik untuk desa Kaliprau, Kecamatan Ulujani, Kabupaten Pemalang dan sebagai motornya adalah lembaga kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan ini bisa sukses karena  kami melibatkan masyarakat secara total, nan masyarakat sendiri menyadari bahwa festival  Melati adalah milik kita, sehingga mereka merasa memiliki, kami panitia sangat yakin tanpa adanya keterlibatan masyarakat di jamin tidak akan sukses.”.

Lebih lanjutnya dikatakan oleh Adi, branding jasmin fest dengan ajakan, “Njuh Dolan Mayen Aring Kaliprau,” mempunyai harapan agar nantinya kedepan wisata pantai desa Kaliprau bisa terkenal dan kami mempunyai target wisatawan 10.000 (sepeluh ribu) berkunjung setiap bulannya,”Jasmin Fest dimulai tanggal 30 Desember 2016 dan akan berakhir, 1 Januari 2017 dengan jadwal:Pemilihan Joko Kusumo Dan Putri Melati, Rekor Muri Ronce Melati, Parade Band Pelajar, Parade Seni dan Budaya, Jalan sehat susur Mangrove Lomba Perahu Dayung, Lomba Mewarnai, Pesta Seribu Lampion Jelang pergantian tahun 2017,”pungkas Adi.

Senada dengan Adi Muryono, Kepala Desa Kaliprau Casroni SPsi mengatakan, “ide festival  Melati berangkat dari masyarakat Desa Kaliprau yang mata pencahariannya 65% dari bunga melati yang tersebar di pesisir Kabupaten Pemalang dengan bentangan kearah barat sampai Kabupaten Tegal, dan bentangan pesisir ke arah timur sampai Kabupaten Batang adalah warga Desa Kaliprau dan ini adalah potensi yang unik, khas Desa Kaliprau dalam membudidayakan, mengembangkan , serta mengolah bunga melati,” kata Casroni.

Terkait dengan kebaradaan bunga melati, Kades Kaliprau  mengklaim, “melati Desa Kaliprau merupakan sentra bunga melati di Pulau Jawa bahkan di Indonesia dan yang perlu kita ketahui bersama bunga melati Desa Kaliprau sudah bisa memenuhi eksport puluhan tahun silam, disamping untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta untuk kepentingan masyarakat seperti ronce maupun bunga tabur,”ungkapnya.

Sedangkan mengenai sukses pelaksanaan Jasmin Fest dikatakannya, perencanaan satu setengah bulan, kemudia action setelah festival  kali Comal selesai, dengan melibatkan semua komponen masyarakat dengan komando kelompok sadar wisata (pokdarwis) argominapolitan desa Kaliprau, Karang Taruna, masyrakat umum serta dukungan pemerintah desa, SKPD terkait seperti Bapeda, Dinas Pariwisata, Dan Yang sangat luar biasa adalah suport dari Bupati Pemalng HM. Junaedi SH, MM. karena festival  ini juga membranding pemda Pemalang sebagai produk  unggulan wisata yang terbentang menjadi kawasan wisata agrominapolitan di Kabupaten Pemalang yang terbentang dari Wilayah Kabupaten Pemalang yang paling timur Desa Tasikrejo sampai Desa Mojo dengan panjang pantai mencapai lima kilometer.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Pemalang.  “Jasmin Fest adalah awal dalam rangka bersama-sama ingin memajukan pemalang dengan potensi yang ada Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Dan Desa Kaliprau ikut berpartisipasi dalam rangka membranding potensi yang ada, kebetulan Desa Kaliprau penghasil melati terbesar di Pemalang bahkan di Pulau Jawa makanya dinamakan festival  jasmin dengan harapan apa yang dilaksanakan hari ini adalah sebuah upaya dorongan semangat di mana potensi (melati) jasmin dapat membuat kesejahteraan masyarakat Kaliprau pada khususnya dan masyarakat Pemalang pada umumnya, termasuk di dalamnya Desa Kaliprau dapat dikenal masyarakat Internasional sebagai penghasil melati dan bisa mendatangkan manfaat,  mendatangkan rezki, mendatangkan barokah,” kata Bupati.

Terkait dengan keberadaan Melati di Desa Kaliprau, Bupati juga menyampaikan pangsa sudah jelas baik di dalam negeri  maupun eksport, dengan adanya festival  ini sebagai cara agar melati tidak diakui oleh orang lain (wilayah kabupaten lain) tapi Bunga Melati asli dari Desa Kaliprau dan yang tidak kalah penting pemda mendorong karena ini otonomi daerah, dalam rangka membangun maka desa sebagai garda terdepan dan diberikan inovasi kreatifitas yang terbaik dan harapannnya bumdes menjadi soko guru dalam rangka mensejahterakan masyarakat. (Red.HP)

Penulis  :Joko Longkeyang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × three =