Kopi Pulosari Mulai Merambah Cafe Kopi

0
404
Ketua kelompok tani Sumber Makmur Wasito Al Hasan beserta anggota menjelaskan produk kopi Pulosari

Pemalang, Harian Pemalang – Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang berada di ketinggian sekitar 700 mdpl, sudah memenuhi syarat ketinggian tanaman kopi jenis Robusta yang memprasyaratkan ketinggian 400-800 mdpl.

Kelompok Tani Sumber Makmur, merupakan salah satu kelompok tani di desa Pulosari yang memfokuskan diri menanam tanaman kopi. Kelompok Tani
yang dipimpin Wasito Al Hasan berdiri 2008, diperkuat dengan akta notaris dengan berbadan hukum nomor Aku. 0018886.0.07 tahun 2015. Beralamat dukuh Krajan Rt 05/Rw 01 desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, beranggotakan 30 orang petani,

Saat ini, sebagian besar anggota kelompok tani masih ada yang menanam kopi sebagi tanaman pinggir kebun, hanya sebagian kecil yang sudah menanam sebagai tanaman inti di kebun nya. Petani masih perlu pemahaman dan arahan bahwa berkebun kopi mempunyai prospek yang cerah dimasa datang.

Kopi yang ditanam jenis Robusta, dengan sistem okulasi dengan tanaman pokok kopi lokal dengan pucuk sambung dari Robusta Lampung.

Saat ini hasil produksi biji kopi (Greenbean) masih sekitar 2 ton per tahun, diharapkan tahun depan sudah mulai meningkat karena tanaman yang tahun kemarin belum berbuah tahun ini diharapkan sudah dapat dipanen.

Menurut Hasan ada dua cara pengelolaan kopi sampai jadi Greenbean yaitu sistem basah dan sistem kering. Sistem basah, buah kopi merah (cherry/berry) Setelah dipetik, kurang dari 4 (empat) jam sudah diproses kedalaman mesin penyosoh untuk membuang daging buahnya, kemudian dimasukkan ke mesin penyosoh kedua untuk membuang kulit arinya, lantas dijemur diterik matahari sekitar 3 hari. Sedangkan sistem kering buah kopi yang sudah merah dipanen kemudian dijemur di terik matahari sekitar 4 (empat) hari sampai kering, baru dimasukkan ke mesin penyosoh untuk memisahkan daging buah dengan biji nya.

Sebelumnya hasil biji kopi (Greenbean) diambil oleh para tengkulak, hanya sebagian kecil yang di proses sampai roasting maupun jadi bubuk kopi. Akan tetapi guna meningkatkan mutu kopi dan menghindari sistem ijon maka biji kopi ini mulai dipasarkan sendiri oleh para petani.

Saat ini permintaan biji kopi dalam bentuk roasting mulai meningkat baik dari Yogyakarta, Bandung, Jakarta maupun Pemalang sendiri. Biji kopi roasting ini selain dinikmati penikmat kopi yang memesan, juga ada untuk konsumsi beberapa kedai kopi dan Cafe di beberapa kota tersebut.

Pemerintah sudah berperan aktif dalam membina petani kopi di desa Pulosari ini, melalui dinas pertanian Kabupaten Pemalang. Kelompok Tani Sumber Makmur ini sudah mendapat bantuan berupa mesin penyosoh untuk memisahkan daging buah dengan biji dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang dan mesin penyosoh sampai menghilangkan kulit ari dari dinas pertanian provinsi Jawa Tengah.

Kelompok Tani ini berkeinginan untuk dapat mengolah kopi dan memasarkannya sendiri. Pendampingan dan beberapa kali study banding juga dilakukan.

Dengan produksi biji kopi (Greenbean) sekitar 2 (dua) ton per tahun, kelompok tani ini hanya mampu mengolah biji kopi roasting sampai bubuk hanya sekitar 5 % (lima persen)

Dalam proses pembuatan kopi ini, petani masing menggunakan periuk dari tanah liat dan pengapian menggunakan kayu bakar dalam mesangrai/memanggang (roasting) biji kopi tersebut. Biasanya Biji kopi yang dihasilkan dalam tingkat Pemanggangan yang sempurna dengan hasil biji lebih gelap, anatomi yang sempurna, dengan aroma yang baik Dan . Pemanggangan yang lama dengan sensasi manis-berasap namun juga pahit.

Kelompok Tani berharap adanya bimbingan dari praktisi kopi untuk proses pemanggangan (sangrai/roasting) yang benar sehingga menciptakan produk kopi Pulosari yang bermutu dan diminati oleh para penggemar kopi. Oleh karena itu, berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa mesin roasting dan mesin penumbuk biji. Karena sampai tahap penumbukan, harus dibawa ketempat lain yang mempunyai alat penggilingan kopi.

Salah satu produk kopi Pulosari dengan kemasan 250 gr PL

Saat ini, kopi produksi kelompok tani Sumber Makmur dipasarkan dengan merk Kopi Pulosari yang dijual dalam bentuk bubuk kopi dengan kemasan 100 gr, 200 gr dan 250 gr. Disamping itu menerima pesanan bulan bentuk biji roasting. (Red.HP)

Penulis : Sarwo Edy
Editor : Reni Dewi Widyaningrum

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 3 =