Warga Ampelgading Geruduk Kepala Desa, Minta Mencopot Perangkat Desa Yang Diduga KKN

0
2031
Suasana
 Pemalang, Harian Pemalang  – Konflik sosial  yang terjadi di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kini melebar kemana-mana, setelah terjadi kegaduhan di SOTK tahun 2017 yang mengakibatkan diundurnya pelantikan SOTK tersebut,  kini muncul permasalahan  lain.
Bak bola liar, setelah   SOTK, kini bola menghantam ke perangkat Desa Ampelgading, berbuntut dua perangkat desa  Sukarlan (Kaur Pemerintahan), dan Wartono (Kepala Dusun 2) dinonaktifkan oleh Kepala Desa Ampelgading Sri Budiyanto dengan disaksikan oleh Toto Rinanto  ( ketua BPD) dan enam orang anggota BPD Desa Ampelgading dalam pertemuan dengan warga pada Sabtu malam Minggu (23/1/2017).

Kepala Desa Ampelgading tidak bisa berbuat banyak, ketika sekitar 500 (lima ratus) warga  hadir di Balai Desa Ampelgading.  Melalui  perwakilan warga, membeberkan dugaan KKN oleh kedua perangkat desa tersebut.  Teguh salah seorang perwakilan warga ketika diwawancarai mengatakan, “sumber ke gaduhan di pemerintahan Desa Ampelgading ya ke dua perangkat tersebut karena mereka diduga melakukan ketidak beresan dalam penangan Prona ( buktinya mereka mengembalikan uang kepada warga  karena sudah mencium akan kami laporkan ke Polisi), memonopoli tukar guling tanah pengganti bengkok perangkat/bondo desa, dan masih banyak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.”

Lebih rinci, Teguh mencontohkan ulah ke dua Perangkat Desa yang baru diberhentikan oleh kepala Desa Ampelgading adalah dugaan melakukan KKN dan monopoli terkait tukar guling tanah pengganti jalan tol Di Desa Ampelgading adalah dengan tidak adanya sosialisasi ke warga, namun tiba-tiba muncul nama orang dekatnya yang akan menjual tanahnya sebagai pengganti tukar guling tanah tersebut dengan jumlah bidang yang bervariasi, misal: Rohmadi (SHM): 9 (sembilan) bidang, Sri Khusni Tafifah: 3 (tiga) bidang, Muh Arif Bawono 2 (dua) bidang, Sukardi 2 ( dua) bidang, Daryani Dariyem 1 (satu) Bidang, Wartono 1 (satu) Bidang, Kartem 1( satu) bidang, Siswoyo 1 (satu) bidang.

Masih menurut Teguh, mestinya ketika akan membeli tanah harus diumumkan ke warga Desa Ampelgading sehingga tidak terjadi penumpukan warga yang menjual lahannya sampai beberapa bidang. Teguh juga berterima kasih kepada Kepala Desa Ampelgading selain merespon tuntutan warga agar memberhentikan ke dua perangkat desa tersebut, juga mengabulkan tuntutan warga membatalkan Calon Tanah Pengganti yang terkena jalan tol Di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang dengan surat nomer: 145/7/1/2017.( Red.HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor    : Sarwo Edy

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + seventeen =