Design Thinking, Buka Usaha Dengan Kemungkinan Berhasil 98%

0
188

Pemalang, Harian Pemalang – Sosial media yang berkembang saat ini misalnya Facebook, WhatsApp, Twitter, BBM dll tidak hanya menghubungkan setiap individu dibelahan bumi mana pun tetapi dapat digunakan untuk berbagai hal positif. Seperti group WhatsApp yang dikembangkan oleh Syaiful Milal yang akrab dipanggil Bang Ipul dengan diskusi bisnis untuk mengembangkan start up enterpreneur.

Diskusi grup yang dilaksanakan secara online, Rabu (25/1) mengangkat tema “Bagaimana memulai dan membuka usaha baru dengan kemungkinan berhasil 98%”

Founder Masterpiece Success Learning ini mengatakan, masih terbuka lebar lebar peluang untuk menjadi pengusaha (enterpreneur). Saat ini di Indonesia jumlah Enterpreneur masih terlalu kecil dibanding dengan jumlah populasi penduduk. Data menunjukkan enterpreneur di Indonesia masih dibawah 2%, sedangkan untuk menjadi Negara maju setidaknya membutuhkan jumlah entrepreneur berkisar 2% sampai 4%. Jumlah Entrepreneur di Indonesia, dibandingkan dengan negara tetangga masih tertinggal. Data yang didapat menunjukkan, enterpreneur di Malaysia 4%, Thailand 4,1% & Singapura 7,2%.

Lebih lanjut Bang Ipul menyatakan untuk memulai wirausaha dibutuhkan kesiapan mental dan alasan yang kuat mengapa harus berwirausaha . Jangan semata-mata berorientasi pada uang sebagai Tujuan, melainkan alasan Mulia menghadirkan solusi dari permasalahan kehidupan dengan barang/jasa Anda.

Suatu ketika Almarhum Bob Sadino atau akrab disapa Om Bob pernah ditanya,”Bisnis apa yang bagus saat ini?” jawab Om Bob, “Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka dan dijalankan.”

Oleh karena itu, perlu adanya ide brilian sebelum membuka usaha (bisnis). Kadang pikiran kita terbatasi atau mentok sana sini dalam menemukan ide. Namun ada beberapa orang yang siap dalam segi Modal tetapi bingung mau mulai bisnis apa?

Secara manual sebenarnya untuk menemukan ide usaha tidak terlalu sulit karena bisa kita lakukan dengan Browsing Di internet, Jalan-jalan ke tempat tertentu, minta saran dari teman, bergabung dikomunitas wirausaha mungkin saja ada pencerahan atau inspirasi. Atau kita bisa sesuaikan dengan Hobi/Passion kita.

Ada sebuah Tool yang dikembangkan oleh Universitas Stanford agar proses penemuan ide itu bisa dibuat secara scientific dan ilmiah yaitu dengan Design Thinking.

Dalam buku Start upreneur and Start up Lesson ternyata dalam menemukan ide itu tidak asal. Design Thinking, membuat kita merasa lebih mudah untuk mencari dan menemukan identitas. Ada sebuah Ilustrasi: Sebuah Platform bisnis sebut saja X dimana melayani jasa persewaan kamar via online ya semacam T**l.com setelah ditelusuri omzet tidak naik-naik ada sebuah kesalahan. Akhirnya pimpinan perusahaan menyuruh untuk menganalisa, ternyata kelemahannya ada di foto display. Foto yang ditampilkan di website kurang menarik karena para pemasang jasa menggunakan kamera hp untuk foto kamarnya. Akhirnya pimpinanya meminta pada staf ke New York untuk sewa kamera dan mendatangi pemasang iklan untuk mengajak foto agar hasilnya bagus. singkat cerita, hanya dengan memperbaiki gambar omzet naik $400 per Minggu. Artinya, bahwa untuk memecahkan masalah tidak hanya mengandalkan pemograman yang canggih tetapi juga mereka perlu pergi ke dunia nyata untuk melihat masalahnya dan mendapatkannya solusi terbaik.

Inilah yang menjadi titik point pada tahap ini, yaitu design thinking. Apa yg dilakukan perusahan platform bisnis yg menyediakan jasa persewaan kamar tersebut pergi ke NY untuk mengambil foto terbaik adalah salah satu dasar dari design thinking, yaitu emphati terhadap Pelanggan.

Design Thinking
Design Thinking (DT) adalah sebuah metode formal yang praktis, resolusi yang kreatif dari masalah atau isu dengan maksud mendapatkan hasil yang lebih baik baik dimasa depan.

Ada 5 dasar dari design thinking ini yaitu:
1. Empathize: Sebuah Pondasi dalam proses desain yang berfokus pada manusia.
Bahwa Progres dimulai dari sebuah pemahaman yang dalam terhadap pelanggan. DT adalah metode yang digunakan untuk menciptakan produk dan pengalaman yang pelanggan butuhkan.
2. Define: Ketika Kita mampu mengungkapkan penemuan empati di tahap pertama ke dalam bentuk pencerahan dan kebutuhan yang menarik serta memiliki lingkup specific dan bermakna.
3. Ideation: Tahap menghasilkan ide. Saatnya Kita mencurahkan semua ide-ide yang mungkin sebagai solusi terhadap permasalahan. Ide ini nantinya bisa menjadi bahan membuat Prototipe/konsep untuk dites ke user.
4. Prototype: Tahap mengubah ide ke dalam bentuk fisik atau nyata. Bisa berbentuk apa saja yang berupa fisik, misalnya catatan, post-it yang ditempel di tembok, kegiatan roleplay. Obyek atau bahkan storyboard.
5. Test: tahap dimana sebagai peluang untuk memperbaiki solusi kamu dan membuatnya lebih baik lagi. tahapan tes ini tidak hanya untuk sekali tes, tapi lakukan berkali-kali, jika menemukan kesalahan maka segera rubah prototypenya lalu lakukan tes kembali.

Itulah 5 Tahapan Proses menemuka Ide dengan Design Thinking. Jadi dalam memulai usaha disarankan untuk tidak asal memulai atau membuka tetapi jadikan usaha kita solusi dari permasalahan yang ada. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 1 =