Ratusan Penggemar Musang berkumpul di Widuri Pemalang

0
388
Ratusan Penggemar Musang berfoto bersama setelah melaksanakan kontes di Widuri Waterpark

Pemalang, Harian Pemalang – Muppeng (Komunitas Pecinta Pet’s Pemalang ) dalam rangka memperingati 3 tahun hari jadinya menggelar kontes dan lomba musang dan sugar glider antar pecinta satwa langka tersebut, Minggu , (29/1).  Lomba tersebut, untuk mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan satwa langka.

Sebanyak kurang lebih 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Lampung, Boyolali , Banyumas dll , mengikuti kontes dan lomba musang yang terbagi dalam beberapa kategori tersebut, yang dihelat di Obyek Wisata Widuri Pemalang.

Ratusan musang ikut kontes di Widuri Waterpark Pemalang

Ketua Panitia Kontes Lomba tersebut, brundy berharap melalui kegiatan tersebut, dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup, dan binatang dilingkungan sekitar kepada masyarakat, dan ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

“Harapannya Pemerintah nanti dapat memfasilitasi lah, dalam artian sesuai kapasitas kami ya, untuk Muppeng ada dukungan untuk kemajuan kami dalam upaya melestarian dan melindungi musang,” kata  brundy

Ketua Panitia Kontes dan Lomba brundy, mengatakan, sebagai bentuk tanggungjawab dan komitmennya melestarikan satwa liar langka itu, pihaknya bersama anggota Muppeng lainnya telah mengembangbiakan berbagai jenis musang, seperti jenis bulan, akar, dan musang kembang.

Usai membuka kontes dan lomba itu, kepala Dinas Pariwisata Sapardi mengapresiasi kegiatan tersebut, dan mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral upaya Komunitas Pecinta Hewan Pemalang, yang berusaha melestarikan satwa liar langka tersebut.

“Karena motivasi dari komunitas pecinta musang dan Sugar glider Pemalang dengan melestarikan satwa menjadi bagian kewajiban bagi kita semua. Dan kita ketahui bersama bumi Indonesia ini, merupakan media yang terdiri dari jutaan spesies untuk kelestarian alam. Sehingga itu suatu lingkaran ekosistem yang luar biasa,” ujar Sapardi.

Acara dihibur dengan Organ tunggal dan pertunjukan Cobra Akademi dari Tegal yang menunjukan atraksi dengan Ular Kobra dan lainnya.

Kriteria yang dinilai dalam kontes dan lomba itu, mulai dari  kejinakan, dan estetika musang dan kesehatan musang yang terawat, seperti kebersihan, kesehatan dan kelincahan musang. Berbagai macam doorprice dibagikan kepada pengunjung dan door price utama seekor Musang akar diperoleh oleh Anton salah seorang peserta dari Batang (Red.HP)

Penulis : kiriman Hengky Kik

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 + 5 =