Pilih Berdagang Atau Berbisnis?

0
148

Pemalang, Harian Pemalang – Diskusi kewirausahaan yang digagas oleh Syaiful Milal dari Masterpiece Success Learning, melalui diskusi online semakin menarik. Setelah beberapa kali bahasan mengenai dasar dasar membangun bisnis, Rabu malam (1/2) diskusi dilanjutkan dengan tema “Berbisnis atau Berdagang?”

Pertanyaan yang dilemparkan ke peserta diskusi cukup sederhana, Apa bedanya berbisnis dan berdagang? Beberapa peserta diskusi menyatakan pendapat nya, seperti Dhyllah yang menjawab “Tukar menukar barang dengan uang”, Dewi Novita Sari berpendapat “Akad jual beli”, sedangkan Agus Hinayana mengemukakan pendapatnya “Dagang kegiatan menjual sesuatu barang atau jasa, ada pembeli dan ada penjual , lebih luas lagi ada pasar yang khusus menampung mereka yang berdagang , dengan memakai sistem  yang sangat sederhana atau bahkan tidak memakai sistem sama sekali mereka sudah bisa berdagang. Sedangkan bisnis kelanjutan dari berdagang yang menggunakan sistem dan mempunyai nilai tambah untuk memajukan dagangannya.”

Dalam diskusi ini tidak ada yang benar atau salah, semua berhak berpendapat dan mengemukakan opini sendiri, tinggal mencari titik temu.

Menurut Syaiful Milal yang biasa disapa Bang Ipul, perbedaan yang paling menonjol antara bisnis dan dagang yaitu Sistem. Akan tetapi tidak banyak orang tahu bahwa dia sedang dagang belum berbisnis.

Sebagai tutor dalam diskusi ini Bang Ipul melontarkan pertanyaan, “Pilih mana pengusaha atau pebisnis?”. Bisnis berasal dari kata serapan Business artinya Usaha, berarti Berbisnis dapat diartikan Berusaha. Pebisnis sama dengan Pengusaha jadi intinya mau Pengusaha atau Pebisnis intinya sama.

Bagaimana dengan pedagang, yang berasal dari kata dasar dagang? Kalau dengar pedagang tentunya pikiran kita dapat menjurus kemasa sekolah atau kuliah dulu. Masih ingat penjual jajan disekolah atau area kampus saat anda masih sekolah/kuliah?
Apakah kira-kira saat ini apakah masih jualan? kebanyakan mereka masih jualan, tetapi ada juga yang sudah tidak jualan tetapi digantikan keluarganya atau punya karyawan. Lebih parahnya sudah tidak jualan karena bangkrut.

Bisnis dan Dagang, pada dasarnya sama saja yaitu JUALAN/MENAWARKAN PRODUK JASA/BARANG.

Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa Bisnis itu berdagang yang tetap beroperasi walau tanpa pemiliknya. Bahasa kerennya, Usahanya Jalan pemiliknya jalan-jalan. Maksudnya, usaha kita telah memiliki panduan operasionalnya dalam istilah bisnis yaitu SISTEM. Sebelum punya sistem maka kita berdagang, namun seiring dengan berjalannya waktu perlahan dibuatkan panduannya atau dikenal dengan SOP (Sistem Operational Procedure) yang bertujuan agar usaha/dagangan tersebut dapat dioperasikan siapa saja. Sehingga sebagai owner tugasnya lebih ringan sedikit, hanya memonitoring dan memastikan SOP berjalan dengan baik, serta melakukan evaluasi terhadap SOP tersebut.

Kalau usahanya dikerjakan sendiri semua atau jadi Dirjen (Direktur Ijen) maka masih masuk kategori dagang. Akan tetapi kalau saya masih dagang sebentar lagi ke bisnis karena masih ada yg saya kerjakan sendiri namun ada yg saya delegasikan ke orang sehingga tanpa saya usaha saya tetap jalan.

Dibuatnya sistem banyak tujuannya diantaranya agar usahanya bisa diduplikasi atau di copypaste membuat usaha yang sama ditempat lain tentunya agar usahanya makin berkembang.

Seiring berjalannya waktu saat ini banyak penawaran Peluang Bisnis, apakah jadi Agen, Reseller, atau Distributor. Dan mereka ketika gabung mengatakan mereka sedang bisnis. Menurut Bang Ipul, Orang yang Joint Reseller, MLM atau lainnya, yang kegiatannya menawarkan produk baik barang/jasa sebuah perusahaan, kita masuk dalam kategori Pengusaha Pemula karena kita tidak ikut membuat siatem hanya tinggal menjalankan. Kenapa dikatakan pengusaha pemula karena kita sedang belajar dan mempelajari sistem sebuah perusahaan. Kita juga mendapatkan komisi/bonus dan tidak sedikit yang sukses dan kaya.

Apakah kita masuk dalam kategori Makelar? Kalau bantu jualkan produk orang, bukan produk sendiri. Secara tidak langsung kita karyawan dari sebuah perusahaan tersebut.

Kalau makelar itu lebih kepada bagi hasil komisi dimana, hanya modal menawarkan, bisa jadi barangnya masih di pemiliknya. Tugas kita menawarkan sampai barang terjual.

Simpulannya Mau Bisnis, Dagang, Makelar sama saja yaitu jualan. Tujuan jualan yaitu dapat penghasilan, jadi tidak perlu dipermasalahkan yang penting kita berbisnis, berdagang, jadi makelar yang tidak melanggar kode etik jualan. Jualanlah dengan cara yang benar, tebar manfaat dengan produk yang kita tawarkan, jualan bukan semata karena profit melainkan dapat membantu memberikan solusi dari permasalahan pelanggan dengan kehadiran produk yang kita tawarkan. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 8 =