Alotnya Mediasi Antara Masyarakat Dengan PT Waskita, Akhirnya Hasilkan Titik Temu

1
577
Proses mediasi antara masyarakat yang diwakili oleh kepala Desa dengan PT. Waskita di aula Kecamatan Pemalang

Pemalang, Harian Pemalang – Mediasi yang alot antara masyarakat kecamatan Pemalang yang di wakili oleh Kepala Desa se-Kecamatan Pemalang yang wilayahnya dilalui Proyek jalan Tol, Ormas Gereh Petek pimpinan Andi Rustono dengan Perwakilan PT Waskita, terkait permasalahan yang ditimbulkan oleh proses pengerjaan proyek Jalan Tol di wilayah Kabupaten Pemalang khususnya yang berada diwilayah kecamatan Pemalang, di aula Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Senin (20/02/ 2017) pukul 11.30 sampai 14.30 WIB.

Sebagai mediator dalam proses mediasi ini Muspika Pemalang Drs. Suhirman S. Sos. (Camat Kecamatan Pemalang) , AKP. Tarhim (Kapolsek Pemalang) dan Kapt.( Arm) Eko Budi R (Danramil Pemalang). Dihadiri pula Jarot (Kasi. Binamarga Dishub. Kabupaten Pemalang), Drs. Jajuli ( Perwakilan PU Kabupaten Pemalang), sedangkan pihak PT. Waskita diwakili oleh Narendra Aryo Bramastiyo selaku humas PT. Waskita. Koordinasi aksi Andi Rustono (Ormas Gereh Petek) dan 7(tujuh) Kepala Desa yang wilayahnya di lintasi Proyek Jalan Tol di Kecamatan Pemalang.

Mediator yang dipimpin oleh Drs. Suhirman menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya pertemuan ini. “Maksud dan tujuan mediasi ini adalah adanya kesamaan langkah dari Muspika Pemalang terkait beberapa permasalahan yang di timbulkan akibat proyek Jalan tol karena pada prinsipnya masyarakat mendukung proses pelaksanaan proyek jalan tol yang merupakan program pemerintah, namun masyarakat menuntut akibat yang ditimbulkan dari proses pengerjaan Proyek jalan Tol,” ujar Suhirman Camat Pemalang.

Sehubungan dengan hal tersebut, Jarot (Kasi Binamarga Dishub Kab Pemalang) meminta kepada pihak PT. Waskita agar melaporkan jumlah kendaraan/armada proyek pengerjaan Jalan Tol dan harus ada stiker, serta meminta lokasi pengambilan material dan rute yang di gunakan untuk membawa material proyek pengerjaan jalan tol.

Sedangkan Andi Rustono menekankan, pada intinya warga masyarakat meminta agar jalan-jalan yang rusak agar segera diperbaiki atau ditambal sehingga jalan-jalan tersebut dapat dilalui dan tidak menimbulkan banyak permasalahan sehingga tidak merugikan masyarakat.

Menanggapi semua persoalan yang diajukan, Bramastiyo Humas PT Waskita menyampaikan dengan tegas, “Waskita akan bekerjasama dan berkomitmen untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat proses pengerjaan jalan tol, apabila ada keterlambatan dalam perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat proyek jalan tol maka pihak Waskita meminta maaf yang sebesar-besarnya dalam hal perawatan jalan, pihak waskita juga bekerjasama dengan pihak PU Kabupaten Pemalang dalam menginventarisir jalan-jalan yang rusak di wilayah Kabupaten Pemalang.”

Proses mediasi antara masyarakat yang diwakili oleh kepala Desa dengan PT. Waskita di aula Kecamatan Pemalang

Ditegaskan juga oleh Bramastiyo, mengenai proses perbaikan untuk jangka pendek, sementara menggunakan urugan akan tetapi untuk jangka panjang akan di laksanakan perbaikan seperti semula. Sementara itu untuk saluran irigasi yang mengalami kerusakan ataupun hal lainnya agar segera difoto dan di laporkan/kirimkan ke Pihak Waskita. Sedangkan kompensasi dari pihak waskita sesuai SOP hanya diberikan kepada para warga di areal pelaksanaan pemancangan dan untuk tanaman akan segera kami inventarisir sesuai pelaporan dari warga yang terkena dampak tersebut.

Dari hasil mediasi tersebut, terkait perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan Tol pihak PT. Waskita membuat MOU /kesepakatan yang dituangkan dalam surat kesanggupan bermaterai mengatakan:
1. Melakukan perbaikan sementara pada saat Pelasanaan pembangunan jalan tol dan pengembalian kualitas dan peruntukan jalan pada saat proyek selesai di Kecamatan Pemalang pada wilayah Desa Banjarmulya, Sewaka, Mengori, Paduraksa, Kramat, Sungapan,
Wanamulya dan Saradan, Bojongnangka dan Bojongbata
2. Melakukan pembersihan pada median jalan yang kotor akibat tumpahan quarry (tanah urug)
dan sekaligus penyiraman debu pada ruas jalan yang dilalui di desa-desa tersebut pada point 1.
3. Dengan adanya pembangunan jalan tol pemalang-batang yang sedang dilaksanakan dan telah
menimbulkan dampak di bidang pertanian yaitu akan melakukan penyisiran tanah yang melebihi lahan yang dibebaskan dan dalam hal ini kami siap memberikan kompensasi tanah tersebut berupa ganti rugi apabila dalam beberapa hari ini tidak ada perbaikan dari tanggal di buatnya pernyataan ini.(Red.HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor : Sarwo Edy

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × five =