DPRD Kabupaten Pemalang Tinjau Sepuluh SD Negeri Di Randudongkal Yang Rusak Parah

0
323

Pemalang, Harian Pemalang – Gedung sekolah maupun ruang kelas merupakan prasyarat utama dalam menjalankan proses kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Akan tetapi di kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang masih banyak ruang kelas yang tidak layak digunakan dan proses KBM ini.

Menurut kepala Unit Pelayanan Pendidikan Kecamatan (UPPK) Randudongkal Drs. Krisnodo M.Pd, menjelaskan ada 10 (sepuluh) sekolah dasar yang ruang belajarnya rusak. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, Selasa (21/2).

Kesepuluh sekolah tersebut adalah SD N 2 (dua) Rembul, SD Negeri 1 dan 2 Gembyang, SD Negeri 4 Kejene, SD Negeri 2 dan 3 kejene, SD Negeri 2 dan 3 Kreo , SD Negeri Kecepit, SD Negeri 1 dan 2 Semaya, serta SD Negeri 1,2,3 Tanahbaya.

” Ada sepuluh SD Negeri di kecamatan Randudongkal yang gedungnya rusak parah dan tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar. Ini karenakan kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh. Jika dalam satu gedung ada tiga kelas maka di kecamatan Randudongkal ada 30 (tiga puluh) ruang kelas yang tidak dapat dipergunakan dengan rata-rata fisiknya hampir roboh,” jelas Drs. Krisnodo M.Pd kepala UPPK Randudongkal ketika menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Pemalang Komisi- D di SD Negeri 2 (dua) Gembyang.

Oleh karena itu terkait dengan Kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang, Krisnodo berharap pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) yang akan datang, dapat dilakukan secara swakelola. Dengan alasan pelaksana pengerjaan adalah orang kepercayaan sekolah sehingga pihaknya dapat mengontrol segi kualitas bangunan, disamping itu juga akan menyerap tenaga kerja lokal.

Terpenting dalam kegiatan ini, pihak wakil rakyat sudah melihat langsung kondisi dilapangan mengenai Sekolah-sekolah tersebut. Sehingga berharap agar masuk dalam anggaran APBD kabupaten tahun 2017 mengenai rehab total 10 (sepuluh) gedung SD tersebut.

Senada dengan kepala UPPK Randudongkal, Hery Edi Purnomo kepala SD Negeri 2 (dua) Gembyang menyatakan kondisi seperti ini sudah lama berlangsung sehingga kasihan terhadap anak didik.

“Sudah terlalu lama keadaan SD Negeri 2 (dua) Gembyang dibiarkan dalam kondisi akan roboh semuanya ada tiga kelas yang rusak parah, tidak bisa kami pergunakan dan untuk kegiatan belajar mengajar kami alihkan ke ruang perpustakaan untuk menjaga keselamatan anak didik,” ujar kepala sekolah.

Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang Suti’ah (F-PKB), diikuti oleh Suroso (F-GIA), Adi Kristiawan (F-GIA), Edi Susilo (F-PG), M. Syafi’i S.Ag (F- PPP) melihat kondisi sebenarnya yang ada di lapangan.

” Memang kami mendapat laporan tentang adanya sepuluh gedung SD Negeri di Kecamatan Randudongkal yang mengalami kerusak parah dan pada hari ini kami meninjau langsung keadaan SD negeri yang dimaksud, hasilnya sangat memprihatinkan,” kata Sutiah Ketua Komisi D mewakili rekan-rekannya.

Dengan melihat kondisi nyata dilapangan maka komisi D DPRD Kabupaten Pemalang berharap kepada pemerintah agar mengenai pembangunan sarana dan prasarana (sapras) harus melihat kondisi nyata dilapangan. Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang juga sangat mendukung kebijakan pemerintah mengenai rencana pembangunan gedung tersebut pada tahun anggaran 2017.

Komisi D berharap dengan menggunakan sistem swakelola diharapkan mutu bangunan sesuai dengan rancangan yang ada, kalau pun menggunakan rekanan hendaknya menggunakan rekanan yang dapat dipercaya dan menjaga mutu bangunannya.

Disamping itu selaku ketua Komisi D, Suti’ah berpesan kepada yang hadir agar guru, masyarakat dan komite sekolah selalu aktif dalam memantau keadaan fisik bangunan sekolah.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah Guru, Masyarakat, dan Komite Sekolah harus aktif berkomunikasi melaporkan keadaan fisik sekolah supaya kalau ada kerusakan cepat tertangani dan masuk skala prioritas berdasarkan kualifikasi seperti rusak para, rusak sedang, rusak ringan”, tegas Suti’ah. (Red.HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor : Sarwo Edy

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − one =