Gerusan Erosi Sungai Comal, Khawatirkan Pemukiman Di Desa Pesantren

0
613
Kondisi lahan yang tergerus sungai Comal. Ikmaludin Aziz beserta para pemuda dari Desa Pesantren ketika meninjau lokasi

Pemalang, Harian Pemalang – Sungai Comal merupakan sungai terbesar Di Kabupaten Pemalang. Volume air dan arus yang besar berdampak pada erosi di bantaran sungai Comal.

Saat ini, erosi yang disebabkan oleh arus sungai Comal terjadi di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah tepatnya di terutama di Pesantren Timur RT:01/RW:05 dengan titik cukup parah di sekitar lapangan lama.

Keadaan ini membuat prihatin warga Desa pesantren, seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Toing salah satu pemuda dan ketua GP. Ansor desa Pesantren.

“Keadaan fisik Desa Pesantren Timur RT:01/RW:05 di sekitar lapangan lama saat sangat mengkhawatirkan dari segi fisik. Musim hujan sekarang ini 2017, lapangan sepakbola sudah hilang separoh terkena erosi, jarak rumah penduduk tinggal beberapa meter dari tepi sungai. Bahkan dulu ada satu Sekolah Dasar sudah hilang terbawa arus sungai Comal dan ini akan terus membahayakan warga ketika hujan deras secara terus menerus karena sungai Comal akan banjir kemudian arusnya akan membentur pinggiran Desa Pesantren sehingga erosi terjadi kembali,” ujar Toing.

Ahmad Toing menceritakan bahwa terkait dengan kondisi tersebut warga sekitar sudah melakukan upaya semampunya dengan cara membuat penguat tepi sungai agar tidak longsor ataupun erosi dengan cara menanam bambu. Akan tetapi upaya tersebut belum mampu menahan terjangan air sungai Comal.

“Bahkan sekarang kami akan menggalang dana untuk melakukan pencegahan erosi dengan tema gerakan menanam seribu bambu di bantaran sungai Comal di wilayah tersebut, dan kami berharap pemerintah mulai dari pemerintahan Desa, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, sampai tingkat Pusat segera melakukan tindakan untuk penyelamatan,” jelas Toing.

Sementara itu Kepala Desa Pesantren melalui Sekretaris Desa Agus Salim ketika dikonfirmasi di Kantor Balai Desa Pesantren, pada Rabu (22/2) menyatakan akan mendukung upaya warga untuk menanggulangi erosi yang disebabkan oleh sungai Comal tersebut.

“Tindakan dari desa selalu mendorong warga masyarakat agar melakukan penguatan (tanah di bantaran sungai Comal) misalnya seperti membuat penguat tanggul dari bambu (trucuk). Pemerintahan desa juga melaporkan ke pemda Pemalang, dan juga sudah membuat proposal ke Gubernur Provinsi Jawa Tengah,” terang Sekdes Pesantren tersebut.

Salah satu aktivis lingkungan hidup yang juga koordinator Forum Masyarakat Pemalang (Formal ) Ikmaludin Aziz ketika meninjau lokasi yang tergerus oleh aliran sungai Comal menanggapi hal ini dengan penuh keprihatinan akan tetapi perlu secepatnya dicarikan jalan keluar agar tidak berdampak luas.

“Saya prihatin melihat keadaan desa Pesantren yang terletak di bantaran sungai Comal, mestinya penanganan erosi bantaran sungai comal ini dengan sigap Sesegera mungkin jangan sampai menimbulkan kerugian yang lebih parah lagi dan segera dilakukan. Bisa kita lihat, musim hujan baru beberapa bulan sudah menggerus puluhan meter bahkan sudah mendekati pemukiman warga. Pemerintah harus segara bertindak cepat sebelum terjadi akibat pembiaran erosi tersebut,” ujar Ikmal secara singkat. (Red.HP)

Penulis : Joko Longkeyang
Editor : Sarwo Edy

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + four =