Sekber PPA DIY Peringati Hari Air Se-dunia 2017 ‘Merawat Air Merawat Peradaban’

0
249
Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam (Sekber PPA) Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menyelenggarakan peringatan hari air Sedunia 2017 dengan tema 'Merawat Air Merawat Peradaban'

Yogyakarta, Harian Pemalang – Air merupakan kebutuhan dasar manusia. Oleh karenanya keberadaan air menjadi titik awal munculnya peradaban. Hingga saat ini ketersediaan air juga mempengaruhi peradaban yang berkembang di sekitarnya. Sejalan dengan isu-isu yang berkembang saat ini, isu ketersediaan air bersih juga telah menjadi fokus utama di seluruh dunia. Hari Air Sedunia (World Water Day) diperingati tiap tanggal 22 Maret perayaan yang ditujukan sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. 

Sebagai wujud kegiatan rutin yang sudah diperingati dari tahun ke tahun, Sekretariat Bersama Perhimpunan Pencinta Alam DIY bekerjasama dengan Komunitas Kali Opak dan Komunitas Kali Kuning menyelenggarakan Peringatan Hari Air Sedunia Rabu, 22 Maret 2017. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Embung Tegaltirto dan Lava Bantal, Sungai Opak, Kecamatan Berbah, Sleman. Sebagai wujud Gerakan Pencinta Alam untuk Negeri, kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah setempat dari Kecamatan Berbah, Sleman dan tiga desa yang berbatasan langsung dengan Sungai Opak yaitu Desa Jogotirto, Kalitirto, dan Tegaltirto. Melalui pelibatan masyarakat umum dalam melaksanakan kegiatan, diharapkan kegiatan ini dapat mewujudkan tema yang diangkat yaitu merawat air, merawat peradaban. Bahwa untuk memperoleh kehidupan yang layak, manusia harus memiliki akses pada air bersih bebas dari limbah.

Kegiatan diawali dengan apel besar di atas air untuk menandai dibukanya peringatan hari air sedunia, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon untuk konservasi air di sempadan Sungai Opak, kegiatan bersih sungai, pemberdayaan pelaku wisata geotubing lava bantal mengenai keselamatan berkegiatan di air, dan fun geotubing sebagai salah satu upaya untuk mepromosikan wisata alam yang ada di sana. Pohon yang ditanam bukanlah sembarang pohon namun merupakan jenis pohon yang dapat digunakan untuk konservasi air. Pohon yang dipilih yaitu jenis gayam, beringin, asam jawa, dan bambu. Jenis-jenis tanaman tersebut memiliki sistem perakaran yang luas sehingga dapat menahan air dan dapat juga berperan untuk mencegah erosi sungai. Sebagai wujud komitmen dalam pelestarian air, keseluruhan peserta dari berbagai kalangan akan bersama-sama membaca dan menandatangai Maklumat Hari air. Tak hanya itu, sore harinya juga akan dilaksanakan aksi teatrikal di KM 0, Malioboro dan penyebaran media edukasi sebagai salah satu upaya untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai pentinganya menjaga kelestarian sumber daya alam.

Beberapa jenis pohon yang akan di tanam di peringatan hari air Sedunia 2017 PPA DIY

Lokasi difokuskan di kawasan Lava Bantal yang ada di Sungai Opak karena lava bantal merupakan geoheritage yang harus dilestarikan. Lava Bantal merupakan fenomena geologi unik di mana lava mengalami intrusi di bawah air sehingga memunculkan bentuk bertumpuk seperti bantal. Keberadaan lava bantal ini dapat digunakan untuk meramalkan sejarah terjadinya Pulau Jawa. Oleh karena itu keberadaan kawasan ini tentunya sangat penting tak hanya untuk bidang geologi namun juga memiliki unsur kebudayaan yang kuat. Selain itu Sungai Opak dengan luas daerah alirannya yang mencapai 638,89 km2 menjadi penopang untuk menjaga fungsi ekologisnya di kawasan yang luas sehingga harus dilestarikan. Saat ini kawasan tersebut tengah dikembangkan menjadi kawasan wisata alam yang marak diburu untuk sekedar berfoto. Namun dengan adanya geoheritage di sana tentunya kawasan ini dapat dikembangkan sebagai sarana wisata edukasi. (Red.HP)

Kiriman : Pipit Noviani, Matalabiogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − thirteen =