Hari Air Sedunia 2017, Air Dan Air Limbah Dalam Peradaban

0
414

Pemalang, Harian Pemalang – Hari air sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, mengingat pada kita semua pentingnya air dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lain. Pada tahun 2017, Hari Air Sedunia (HAD) mengangkat tema “Air dan Air Limbah” (Waste Water).

Hari Air sedunia (World Water Day) adalah peringatan tahunan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan pentingnya air bagi kehidupan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.

Pertama kali dicetuskan oleh United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) oleh PBB di Rio de Janeiro – Brasil tahun 1992. PBB menindaklanjuti hal tersebut dengan mengeluarkan Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan HAD setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali tahun 1993.

Sejak 1994, peringatan HAD memiliki tema dan logo yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tema dalam dua tahun terakhir yang pernah diangkat pada peringatan HAD yaitu; 2015 – dengan tema “Air dan Pembangunan berkelanjutan” dan 2016 – dengan tema “Air dan Lapangan Pekerjaan” dan pada tahun 2017 mengangkat tema “Air dan Air Limbah.

Bagaimana peran serta masyarakat, khususnya di Pemalang dalam menyikapi keberadaan Air dan air limbah dalam Peringatan HAD ini. Tanggapan dari aktivis lingkungan hidup antara lain Puput Tri Darma Putra salah seorang aktivis lingkungan hidup asal Pemalang, saat ini menjabat Direktur Walhi DKI berpendapat bahwa mengingat pentingnya fungsi air bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, sangat diperlukan sumber air yang dapat menyediakan air yang baik dan berkelanjutan dan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Konservasi air adalah upaya penggunaan air yang jatuh ke permukaan tanah seefisien mungkin dan pengaturan waktu alirannya, sehingga tidak terjadi banjir dan terdapat cukup air pada musim kemarau. Oleh karena itu, tindakan konservasi tanah dapat berarti pula tindakan konservasi air, karena saling berhubungan, mengingat adanya kandungan air pada rongga tanah. Pada dasarnya konservasi tanah dan air dilakukan dengan cara memperlakukan tanah agar mempunyai daya serap air yang lebih besar salah satunya dengan melakukan membuat sumur resapan , biopori dan yang lebih utama menjaga wilayah kelola hutannya untuk tampungan air hujannya (keseimbangan alamnya).

Sedangkan aktivis lingkungan dari Widodaren, Petarukan Tarto Budi Harsono yang bergabung dalam Komunitas Sungai Indonesia, memberi pesan singkat mengenai HAD ini “Air sebagai sumber peradaban dan kehidupan perlu dilestarikan.”
Pesan singkat tetapi mempunyai Makna yang mendalam mengenai perlunya pelestarian air maupun sumber air bagi kehidupan mahluk hidup.

Lebih lanjut Tarto berpesan, “Mari kita selamatkan kehidupan berkelanjutan dengan menjaga kualitas air dan menjaga sumber-sumber mata air, dan hentikan prilaku buruk terhadap air.” (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × three =