Kapolsek warungpring : Jangan Percaya Adanya Virus Dusta

0
218

Pemalang, Harian Pemalang – Pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 106 juta pengguna aktif atau sekitar 40% dari total penduduk Indonesia (laporan we are social Januari 2017) dimanfaatkan berbagai pihak untuk mendapatkan perhatian dan menggiring opini. Hampir seluruh timeline media sosial dibanjiri dengan informasi, tak peduli apakah itu berita benar atau yang berisi hasutan atau hoax.

Fenomena penyebaran Virus Dusta atau hoax patut mendapat perhatian masyarakat. Karena dampaknya yang menyebabkan merosotnya kemampuan analisa seseorang sehingga mudah menyinggung emosi negatif, seperti rasa marah, ketakutan, kecewa dan sedih. Emosi yang dominan cenderung mendorong orang untuk merespons cepat tanpa berpikir panjang.

Hal tersebut menjadi perhatian yang serius oleh pihak Kepolisian, seperti diungkapkan oleh Kapolsek Warungpring Polres Pemalang Polda Jateng Akp Prisandi Tiar, S. Kom. Minggu (26/03) di Mapolsek Warungpring, bahwa Virus Dusta /Hoax alias informasi palsu dan virus kebencian menjadi wabah di negeri ini. Berita bohong atau dusta yang merambat cepat justru tidak dapat dipertanggungjawabkan. Puluhan ribu akun media sosial terlibat menyebarkan berita palsu yang menyerang kehormatan dan memakan korban.

Menurut Kapolsek Warungpring penyebaran Virus Dusta / hoax menggunakan pendekatan social engineering, yaitu manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau internet dan yang paling mudah dilakukan melalui media sosial.

“Mekanisme yang dipakai para penyebar virus dusta seperti penggunaan judul atau foto bombastis, penggunaan akun-akun samaran dengan foto perempuan cantik atau pria dengan profil meyakinkan di sosial media mengakibatkan orang mudah percaya terhadap akun tersebut dan percaya akan berita yang disebarkannya. Lebih dari keterampilan teknis, penyebar hoax memperhitungkan aspek psikologis dan emosional” Ujarnya.

Tujuan berita Hoax untuk mempengaruhi korban, dan membuat korban melakukan tindakan atas namanya. Pelaku biasanya menipu korban untuk mengungkapkan informasi sensitif atau penting. Untuk membantu memahami masalah ini lebih jauh, Akp Prisandi meminta kepada masyarakat. “Pertama, jangan langsung percaya dengan informasi yang kita terima dari media sosial, lakukan check and recheck dengan mencari referensi dari sumber lain. Kedua, sebelum membagikan informasi, pikirkan dulu dampaknya bagi pembaca postingan tersebut,” ujarnya.

Ketiga, pilah sumber bacaan Anda. Hindari artikel dari media-media yang tidak kredibel. Keempat, perhatikan domain yang digunakan, saat ini banyak situs yang menggunakan alamat mirip dengan situs-situs kredibel,” ungkap Prisandi.

Kelima, lanjut dia, salah satu cara untuk mengecek berita adalah melalui foto yang dipakai. Upload foto tersebut di Google Chrome, secara otomatis Chrome akan memberikan opsi foto sejenis. Dari sana kita bisa mengetahui foto itu berasal dari mana dan tentang peristiwa apa.

Lebih lanjut Kapolsek Warungpring meminta agar masyarakat jangan percaya adanya virus dusta, masyarakat sudah sangat pintar dalam menerima berita, jika ada hal-hal atau berita yang berkaitan dengan Kamtibmas segera tanyakan kepada pihak Kepolisian terdekat mengenai kebenaran berita tersebut sehingga kita tidak termakan oleh virus dusta atau berita Hoax, pungkas Kapolsek. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 2 =