Kebhinekaan Tunggal Ika Merupakan Pemersatu Bangsa

0
204

Pemalang, Harian Pemalang – Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang terkenal dengan toleransi, kesantunan, cinta damai dan cinta persatuan. Banyak peristiwa sejarah yang mencatat kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah terutama di Pulau Jawa yang tidak menyentuh Kabupaten Pemalang, hal ini tentunya dapat mencerminkan keadaan dan kondisi masyarakat Pemalang yang cinta damai.

Disamping itu secara nasional, Indonesia merupakan Negeri yang kaya akan suku, agama, ras dan budayanya. terhitung ada 17.504 pulau di Indonesia, 1.340 suku bangsa dan lebih dari 746 bahasa dan dialek, sehingga Indonesia akan sangat rawan terjadi konflik jika tidak diimbangi dengan nilai toleransi dan kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara.

Anugerah semacam ini sudah sepantasnya dan seharusnya dijaga oleh seluruh elemen bangsa dengan saling menghargai dan menghormati seperti yang diajarkan oleh Ideologi bangsa kita, Pancasila.

Dengan kekayaan alamnya, Indonesia menjadi karbohidrat para kaum kapitalis yang lapar akan kekuasaan, sehingga apapun itu akan terus dilakukan berbagai upaya yang bertujuan menguasi Bangsa ini.

Salah satu diantaranya ialah dengan memecah belah Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia.
lagi dan lagi, Agama merupakan umpan lezat dalam hal ini.

Disadari atau Tidak, bangsa yang Mayoritas Muslim ini akan lebih sensitif jika “digoyang” dengan isu yang berbalutkan Agama.

Semua hal jika menyangkut tentang Agama, pasti akan menarik urat dan otot kita untuk menyikapinya. Terbukti dari berbagai aksi dan isu yang sampai sekarang masih menyelimuti langit ibu kota, tanpa kita jelaskan “Digit” nya satu persatu, pastilah kita sudah tahu persis apa yang dimaksud.

Seperti yang sekarang kita ketahui bersama bahwa para kaum pejuang Khilafah sedang gencar-gencarnya melakukan berbagai gerakan masif sebagai upaya pemecah NKRI dan bermaksud mengganti Pancasila dan tentunya hal itu menjadi anomali jika dibenturkan dengan Nilai Luhur di Indonesia karena terdapat dikotomi antara khilafah dan pancasila.

Indonesia sebagai sebuah negara tak perlu menguji teori dengan ideologi baru.

Pancasila sudah merupakan Ideologi yang paling tepat, pancasila sudah teruji melalui waktu yang begitu panjang dan sudah terbukti mampu menyatukan banyak perbedaan.

Jadi tak perlu lagi berdiri menguji Ideologi baru, terlebih-lebih yang kalian sebut “Khilafah”.

karena memang sejatinya konsep khilafah itu sangat utopis, mengingat banyak negara yang tidak mampu menerapkan khilafah sebagai ideologi negara.

seperti yang pernah disampaikan dalam Orasi kebangsaan Bapak Proklamator kita:
Ditertawakan sudah biasa,
Dihina kami tidak marah,
Dimaki kami tidak peduli,
Difitnahpun kami hanya mengelus dada.
Tapi kalau Pancasila mau kalian rubah,
NKRI mau kalian ganti,
KeBhinekaan mau kalian hancurkan,
Maka hanya satu kata, Lawan!

Karena itu segenap elemen bangsa khususnya Mahasiswa harus melawan setiap upaya-upaya yang berkeinginan merongrong keutuhan NKRI.

NKRI Harga Mati!!!
Untukmu satu tanah airku!
Untukmu satu keyakinanku!

Penulis : Rizqi Sulkhanudin
Sekretaris PMII  komisariat Patih Sampun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − fourteen =