Kemah Bakti Banser Se-Jateng Ditutup Dengan Apel Kesetiaan NKRI

0
151

Batang, Harian Pemalang – Ribuan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, menghadiri Apel Kesetiaan pada NKRI, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (24/4).

Apel sebagai puncak kegiatan Kemah Bakti II 2017 GP Ansor Jateng sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) 83 GP Ansor tersebut, diikuti oleh perwakilan kader Ansor dan Banser dari kabupaten dan kota se Jateng.

“Ansor lahir tahun 1934 atau sebelum republic ini berdiri. Maka Maka konsekuensinya Ansor Banser memiliki tanggungjawab untuk menjaga perjuangan ulama yang susah payah mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan republik ini,” kata Kasatkorwil Banser Jateng, DR Hasyim Asyari saat menjadi Inspektur Apel, Senin (24/4).

Ia menjelaskan, Kemah Bakti ini merupakan yang kedua setelah yang pertama digelar di Kabupaten Semarang 2016 lalu. Kegiatan ini selain ajang silaturahmi antar kader, juga sebagai ajan untuk konsolidasi. Di dalamnya terdapat kegiatan lomba-lomba untuk memeriksa keterampilan dan keahlian para kader.

Adapun pemilihan lokasi di pedesaan, menurutnya ingin menunjukan bahwa basis Ansor Banser ada di desa. Artinya keberadaan organisasi ini tak hanya eksis di perkotaan atau mengambang, melainkan sampai mengakar di semua pelosok.

“Sebab organisasi ini dibentuk oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Buktinya, kemah ini untuk konsumsi ditanggung oleh masyarakat kecamatan Bandar, ini artinya masyarakat bersatu padu bergerak bersama Ansor Banser,” tandasnya.

Secara idelogi, lanjutnya, kader Ansor dan Banser sudah berjanji untuk setia dan menjaga NKRI melalui ideology Aswaja an-Nahdliyah. Sehingga ketika ada pandangan yang radikal dan ekstrim, itu menjadi bagian yang akan dihadapi Banser.

“Jadi, kita adalah bagian dari NU yang selalu menampilkan ideology keseimbangan, bukan ekstrim kanan maupun kiri. Karena itu sudah jadi pandangan kami maka sikap kami pada ekstrimis adalah bagian yang harus dihadapi. Semua dalam rangka kerangka menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Usai digelarnya Kemah Bakti dan Apel Kesetiaan NKRI ini, para kader Banser harus kerjasama dengan Rijalul Ansor yang biasanya menggelar majelis dzikir dan pengajian. Serta membentengi masyarakatnya dari paham-paham radikal.

“Minimal setiap Jumatan, masjid dijaga Banser, itu untuk menunjukan bahwa tidak boleh ada khotbah ataupun pengajian yang bersifat radikal dan ekstrim di masjid. Itu juga untuk menepis bahwa Banser menjaga Gereja saja, lagi pula sudah jelas Banser melakukan amaliah di masjid sehari-hari,” tandasnya.

Sebelum penutupan, Banser Jateng juga bersilaturahmi ke kediaman Maulana Habib Luthfi Pekalongan. Habib Luthfi berpesan bahwa Ansor Banser harus bersungguh-sungguh dalam berorganisasi.

“Ansor Banser harus sungguh-sungguh berorganisasi, tidak boleh main-main, tidak boleh setengah-setengah, karena Ansor dan Banser garda terdepan menjaga NKRI, menjaga paham aswaja an-nahdliyah,” ungkap Hasyim mengucapkan pesan Habib Luthfi.

Selain Apel, sebelumnya juga digelar sarasehan kebangsaan sekaligus pembukaan yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas, Anggota DPD RI Achmad Muqowam, dan Ketua PWNU Jateng Dr Abu Hapsin.

Selain itu ada juga kegiatan Ansor Bersholawat di komplek Ponpes Darul Islah Desa Tombo. Selama kemah, juga ada perlombaan-perlombaan semisal PBB, pembuatan proposal bisnis, dan multimedia. Pada perlombaan ini, Kabupaten Jepara menjadi Juara Umum dan sekaligus menjadi tuan rumah Kemah Bakti III tahun 2018 mendatang.

Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Quomas mengatakan, ada tiga manfaat yang dapat diambil dari kemah bakti ini. Yaitu Hablu Minallah yang artinya di lokasi kemah semuanya serba terbatas, maka dalam keterbatasan semua harus selalu ingat pada sang pencipta Allah SWT.

Kemudian hablu minannas, yakni mengajarkan pada semua saling berinteraksi antar satu dengan yang lain dalam keterbatasan. Semuanya harus saling kerjasama bahu membahu. Kemudian hablu minal alam, yakni merasakan bagaimana hidup yang bersentuhan langsung dengan alam.

“Sebab jika tidak berbaik dengan alam maka habislah kita. Banyak contoh alam marah dan kita tak bisa berbuat apapun,” katanya.

Ketua PW GP Ansor Jateng, H Ikhwanudin mengungkapkan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap NKRI.

“Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 800 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

“Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

“Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi,” ujarnya.(Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 11 =