Satpol PP Prov Jateng “Goes To School” Gagas Kader Disiplin Siswa

0
157

Semarang, Harian Pemalang – Anggapan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai “algojo” para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditepis keras Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Drs Sinoeng N Rachmadi MM. Pihaknya tidak hanya berupaya menegakkan disiplin secara humanis, tapi juga melibatkan siswa SMA dan SMK dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Program Satpol PP Goes to School (SGS) merupakan salah satu wujud konkret yang dilakukan.

Pada Jumat (5/5), pihaknya menyelenggarakan Sarasehan Dialogis dengan Kepala Sekolah dan Guru SMAN dan SMKN se-Kota Semarang di Aula SMKN 6 Semarang. Ini akan menjadi awal untuk langkah selanjutnya pelaksanaan Program SGS di SMAN dan SMKN se-Jawa Tengah, bebernya.

Melalui kegiatan tersebut, imbuh Sinoeng, diharapkan ada kolaborasi sinergis antara Satpol PP dan pihak sekolah, termasuk para siswa, dalam penegakan disiplin maupun perwujudan kondusivitas tramtibmas. Selain itu juga perlindungan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah.

Karenanya, kami akan melakukan SARASEHAN Dialog Interaktif tentang penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru dan Tenaga Pengajaran. Dengan maksud agar ada Forum Dialogis dan Langkah Penegakan Disiplin Satpol PP Provinsi Jateng terhadap ASN di SMKN dan SMAN sesuai dengan atmosfer kependidikan. Terlebih, saat ini Guru SMKN dan SMAN menjadi bagian dari ASN Pemprov, terangnya.

Selanjutnya, Sinoeng berharap Program SGS berkembang, bahkan dapat terbentuk Kader Disiplin Siswa (KDS). Kader disiplin bukan dimaksudkan para siswa dapat bertindak keras dan arogan terhadap pelanggar disiplin, melainkan tetap mengedepankan misi humanis dalam perwujudan tramtibmas di sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Jadi, mereka dituntut melakukan pendekatan persuasif, komunikatif, dan edukatif.
“Dengan demikian akan mengeliminasi metode kekerasan dalam penindakan. Kami lebih menekankan pada upaya terus menerus menumbuhkan kesadaran trantib melalui pelibatan siswa, ujar alumnus UGM ini.

Di sisi lain, para siswa juga diajak menjadi mata dan telinga dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Sekaligus menekan angka kejadian yang dilakukan oleh para remaja.
Terkait perlindungan Perempuan dan Anak, ke depan Satpol PP Prov Jateng juga akan melibatkan LSM Setara, khususnya dalam mengampanyekan tentang perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual, tandas Sinoeng.

Di samping SGS, pada 17 Mei mendatang, Satpol PP Prov Jateng juga akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang peran Satpol PP dalam Penegakan Disiplin ASN Kependidikan dan Tenaga Medis di Hotel Kosambi. Pihaknya berencana menghadirkan Narasumber Ketua Umum PGRI Jawa Tengah, Dirut RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − 15 =